Perselisihan Pedagang Pasar Malabar Berujung Maut

3 November 2021, 18:39

KBRN, Tangerang: Salah satu korban pertikaian yang berujung aksi penusukan pedagang sembako Pasar Malabar, Kota Tangerang bernama Adhy Sujarwo berusia 38 telah tewas, Rabu (3/11/2021). 

Kapolsek Jatiuwung Kompol Jazali Haryono mengatakan, korban penusukan di Pasar Malabar, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, dilaporkan meninggal dunia usai mendapatkan perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang. 

Korban yang merupakan pedagang sembako di pasar tersebut, kata Jazali, ditikam oleh sesama pedagang sembako bernama Risman berusia 50, pada Selasa (2/11/2021) kemarin. 

“Iya, terkait penyebab kematian dan berapa luka tusuk saya belum tahu dari dokter nanti saya kabari ya. Satu korban lainnya masih di rawat,” ungkap Jazali kepada rri.co.id, Rabu (3/11/2021).

Jenazah Adhy Sujarwo hingga pukul 13.30 WIB sudah tiba di rumah duka di Jalan Selada Raya No.115 RT01 RW08, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gerubuk, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sekira pukul 15.30 WIB. 

Ayah korban, Samidin menjelaskan, korban mengalami luka tusuk sebanyak tujuh kali di beberapa bagian tubuhnya, dan di rumah sakit korban sempat menjalani operasi bedah lantaran luka tusuk dan pendarahan yang dialami korban. 

“Dokter menanyakan boleh enggak di bedah karena ada darah, kalau enggak di bedah kemungkinan sembuh enggak ada secara medis ya. Kita setuju di bedah semuanya, dibersihkan, dan selesai di bedah,” kata Samidin saat ditemui di ruma duka. 

Samidin mengatakan, pendarahan yang dialami korban cukup banyak.

Pakaian yang ia gunakan saat berupaya menolong korban sudah penuh dengan ceceran darah.

“Itu terus sudah rapih jahitannya sekarang tinggal pemulihan, di situ juga bisa terjadi sesuatu kan semaksimal mungkin,” tuturnya. 

Menurut Samidin, korban sempat sadarkan diri usai operasi bedah tersebut, namun pihak keluarga tidak dapat melihatnya lantaran korban masih di rawat di ruang ICU. 

“Selang untuk transfusi darah, terus cairan makanan sama napas itu di buang sama dia (korban, Red). Dia minta pulang setelah itu drop dan diambil tindakan lagi, enggak kuat selesai (meninggal dunia, Red),” katanya. 

Pantauan rri.co.id di rumah duka, para pelayat masih berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa atas kepergiaan Adhy Sujarwo.

Tenda bagi para pelayat juga sudah berdiri di depan rumah duka, dan sebagian pelayat berada di dalam ruang tamu untuk menghaturkan doa bagi Almarhum. 

Menurut Samidin, perselisihan antara korban dan pelaku tidak sering terjadi, dan korban selalu menanggapi perselisihan itu dengan tenang tanpa menaruh perasaan emosi. 

“Kalau ketemu dan orang itu (pelaku, red) bukan cuma anak saya, kelurga semua, istri saya, pembantu saya di pasar sampai pedagang lain, telur misalnya yang drop di tempat saya itu di musuhin sama dia,” kata Samidin.

“Terbukti kan yang mau misah pun ditusukkan. Saya enggak tahu,” lanjut dia.

Padahal, kata dia, si pelaku seorang muslim.

“Haram hukumnya membunuh orang, kita semua bersaudara. Saya enggak tahu sampai segitunya, saya engga memperkirakan yang lain lagi, biarkan itu jadi tanda tanya. Kok segitunya sampai tujuh lobang (tusukan),” kata Samidin. (DNS)


https://rri.co.id/nasional/hukum/1246118/perselisihan-pedagang-pasar-malabar-berujung-maut?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi