Penyitaan Buku “Hikayat Pohon Ganja” Milik Anji Dinilai Bertentangan dengan KUHAP

18 June 2021, 15:03

Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu

JAKARTA, KOMPAS.com – Koalisi Advokasi Narkotika untuk Kesehatan menyatakan, penyitaan buku Hikayat Pohon Ganja sebagai barang bukti dalam perkara dugaan penyalahgunaan narkoba oleh musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji sama sekali tidak relevan.

Direktur Eksekutif Institute of Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu sebagai salah satu anggota koalisi, berpendapat bahwa penyitaan buku itu bertentangan dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Penyitaan terhadap buku-buku tersebut tidak perlu dan bertentangan dengan undang-undang,” kata Erasmus dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: 6 Pengakuan Mengejutkan Anji soal Kepemilikan Ganja

Erasmus menerangkan, Pasal 39 ayat (1) KUHAP menjelaskan jenis barang-barang yang dapat dilakukan penyitaan.

Aturan itu antara lain yaitu barang yang diperoleh/sebagai hasil dari tindak pidana, barang yang digunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana, barang yang digunakan untuk menghalangi penyidikan, benda khusus yang diperuntukkan untuk tindak pidana, dan benda yang mempunyai kaitan langsung dengan tindak pidana.

Maka, lanjut Erasmus, dari kelima jenis barang yang disebutkan KUHAP tersebut, buku yang disita penyidik dalam kasus Anji jelas tidak memenuhi klasifikasi barang-barang yang dapat disita.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Penyitaan buku-buku yang bersifat keilmuan sebagai barang bukti sama sekali tidak ada kaitannya dengan proses pembuktian dalam ketentuan UU Narkotika yang menjerat tersangka,” ujarnya.

Baca juga: Anji Ditangkap, Polisi Sita Buku Hikayat Pohon Ganja

Ia mengatakan, akses yang seluas-luasnya terhadap buku maupun media literasi lainnya merupakan simbol kemerdekaan berpikir seseorang dan menjadi bagian penting dari proses edukasi yang seharusnya tidak boleh dibatasi dalam negara demokratis.

Menurut dia, konstitusi telah menjamin kebebasan ini bagi setiap warga negara untuk mengakses segala jenis informasi untuk kepentingan edukasi atau pengembangan dirinya secara intelektual. Hal ini tertuang dalam Pasal 28F UUD 1945.

Erasmus mengungkapkan, buku-buku semacam Hikayat Pohon Ganja yang mengandung keilmuan mengenai tanaman ganja, yang dalam berbagai negara telah diakui manfaatnya termasuk untuk pengobatan, dapat menjelaskan secara akurat dan ilmiah bahwa kebijakan narkotika sekarang yang diterapkan di negara ini telah salah arah.

Baca juga: Polisi Amankan Total 30 Gram Ganja dari Anji


https://nasional.kompas.com/read/2021/06/18/14353701/penyitaan-buku-hikayat-pohon-ganja-milik-anji-dinilai-bertentangan-dengan

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Statement

Fasum

Transportasi