Peneliti Ingatkan Kearifan Lokal untuk Antisipasi Krisis Pangan Dunia

31 May 2022, 9:06

Peneliti Ingatkan Kearifan Lokal untuk Antisipasi Krisis Pangan Dunia

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Konflik Rusia dan Ukraina memicu krisis pangan di banyak negara termasuk di kawasan Eropa.

Harga makanan berbahan gandum di Eropa dan Timur Tengah melonjak karena tersendatnya pasokan bahan baku. Sementara kenaikan harga minyak bumi juga turut memicu inflasi di berbagai negara.

“Krisis pangan ini belum terlalu terasa efeknya secara signifikan di tanah air, namun kita harus bersiap menghadapinya,” ujar peneliti pangan KH Chriswanto Santoso, Selasa (31/5/2022).

Chriswanto yang juga Ketua Umum DPP LDII mengingatkan, perang kali ini menjadi alarm pentingnya kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan.

Baca juga: Peneliti Sebut Perang di Ukraina Jadi Alarm Ketahanan Pangan Indonesia

Karenanya, swasembada pangan bukan lagi jargon atau hanya cita-cita, tapi seharusnya jadi tujuan bangsa Indonesia.

Dia mengatakan, dukungan sumber daya alam dan iklim Indonesia, memungkinkan sepanjang musim untuk bercocok tanam merupakan modal yang tidak dimiliki sebagian besar negara di dunia.

Chriswanto menekankan pasokan pangan yang menyentuh kelangsungan hidup rakyat Indonesia, saat ini terus diimpor.

Ia mencontohkan gula, beras, jagung, hingga kedelai yang merupakan komoditas asli Indonesia, bahkan dibudidayakan jauh sebelum Indonesia berdiri.

Baca juga: Larangan Ekspor Komoditas Meluas ke Sejumlah Negara, Bisa Picu Krisis Pangan?

“Kenyataannya, hari ini masih diimpor karena produksi dan konsumsi tak imbang. Tempe yang jadi lauk sehari-hari kedelainya masih impor,” ujar Chriswanto.


https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/05/31/peneliti-ingatkan-kearifan-lokal-untuk-antisipasi-krisis-pangan-dunia

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi