Pemerintah Segera Bikin Aturan Teknis Beli Pertalite dan Solar Bersubsidi

30 May 2022, 13:18

Pemerintah Segera Bikin Aturan Teknis Beli Pertalite dan Solar Bersubsidi

MerahPutih.com – Perang Ukraina dengan Rusia telah membuat harga minyak dunia melambung terkhusus gasoline. Misalnya, harga Pertamax di dalam negeri terkerek naik menjadi Rp 12.500 per liter. Subsidi BBM pun, akan semakin melambung.

Selain itu, pemerintah Indonesia saat ini sedang merumuskan aturan terkait penunjukan teknis pembelian bahan bakar minyak bersubsidi jenis pertalite dan solar, agar penyalurannya dapat lebih tepat sasaran.

Baca Juga:

Polisi Bongkar Jual Beli BBM Bersubsidi Secara Ilegal di Jateng

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, regulasi itu akan mengatur dua hal, yakni kenaikan harga minyak dunia dan peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi akibat disparitas harga.

“Di dalam Perpres tersebut tidak hanya BBM jenis Pertalite yang akan disempurnakan, satu lagi yang lebih krusial BBM jenis solar karena solar masih disubsidi meskipun subsidi per liter,” ujarnya dikutip Antara.

Ia menegaskan, harga BBM Bersubsidi di Indonesia, masih sangat murah kalau dibandingkan dengan solar nonsubsidi. Saat ini harga solar bersubsidi hanya dijual Rp 5.100 per liter, sedangkan harga solar nonsubsidi sudah mencapai hampir Rp 13.000 per liter.

Djoko mengungkapkan, situasi saat ini, membuat beban keuangan Pertamina semakin berat karena perseroan harus melakukan impor sekitar 50 persen untuk bensin dengan harga yang tinggi, sementara harga jual produknya justru tidak naik sesuai harga keekonomian.

“Dua hal ini yang akan diatur lebih lanjut oleh Perpres yang baru tersebut,” kata Djoko.

Ia menyampaikan, solar adalah prioritas pertama yang akan pemerintah atur karena BBM jenis ini digunakan tidak hanya oleh kendaraan bermotor, tetapi industri-industri pertambangan dan perkebunan, hingga kapal-kapal besar.

“Adapun Pertalite hanya terjadi pergeseran konsumen yang membuat volume penyalurannya bertambah,” katanya.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan, parlemen telah bertemu dengan PT Pertamina (Persero) dan BPH Migas membicarakan terkait aturan pembelian BBM bersubsidi.

“Ketika harga Solar yang tidak disubsidi semakin meningkat, artinya disparitas semakin tinggi, ini semakin rawan, sehingga solar harus diatur. Kemudian ketika menyusul Pertamax ikut naik terjadi hal yang serupa ada gap yang tinggi antara Pertalite dan Pertamax,” ujar politisi PKS tersebut. (*)

Baca Juga:

SPBU Catat Pelat Nomor Kendaraaan Saat Isi BBM Bersubsidi


https://merahputih.com/post/read/pemerintah-segera-bikin-aturan-teknis-beli-pertalite-dan-solar-bersubsidi

Partai

Institusi

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi