Pemerintah Dicurigai Buat Aturan Baru Untuk Utang, Rakyat Indonesia Diprediksi Jadi Korban

13 January 2022, 9:00

Iilustrasi pengajuan Perpu.

PIKIRAN RAKYAT – Masyarakat Indonesia diprediksi akan menjadi korban dengan kecurigaan terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani utang negara.

Utang BUMN saat ini yang berasal dari non perbankan mencapai Rp1.500 triliun dengan Pertamina dan PLN diklaim sebagi sumber peminjam terbesar.

Dari utang tersebut, mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu berujar jika ia was-was dengan langkah yang akan diambil oleh pemerintah.

“Hal yang perlu diwaspadai, kalau begini terus, saya perkirakan akan muncul ide baru dari pemerintah yaitu membentuk Perpu untuk melonggarkan utang,” kata Said Didu dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube MSD.

Baca Juga: Mulai Ada Ancaman, Australia Tutup Pintu Ekspor Untuk China

Hal tersebut dinilai Said Didu mengingat kondisi finansial yang dimiliki saat ini terbatas untuk mengajukan utang sehingga muncul kecurigaan jika pejabat negara akan membuat Perpu untuk melancarkan pinjaman.

“Kenapa saya curiga itu terjadi? Karena itu kalau pendapatan normal saja perkiraan saya maksimum sekira Rp1.600-1.800 triliun, belanja sudah Rp2.800 triliun, berarti ada defisit Rp1.000 triliun. Padahal kalau menurut undang-undang hanya boleh utang tiga persen dari PDB (Produk Domestik Bruto),” ujar Said Didu.

Baca Juga: BUMN Tercekik, Pertamina dan PLN Jadi Sumber Utang Terbesar

Jika tiga persen, dengan PDB Indonesia senila Rp16.700 triliun, berarti pemerintah hanya bisa menambah utang sebesar Rp500 triliun.


https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-013460379/pemerintah-dicurigai-buat-aturan-baru-untuk-utang-rakyat-indonesia-diprediksi-jadi-korban

Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi