Pelonggaran Pakai Masker, Budi Gunadi: Masih Tunggu hingga Pertengahan Juni

30 May 2022, 23:04

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga kepada warga di RPTRA Bhinneka, Petukangan Utara, Jakarta, Jumat, 25 Maret 2022. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, apabila belum divaksinasi booster, masyarakat harus tetap menunjukkan hasil tes swab. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya terus menggencarkan vaksinasi Covid-19. Akselerasi vaksinasi, kata dia, tetap digalakkan untuk mencapai kekebalan kelompok yang merata.

“Untuk yang belum booster saran saya terus dilanjutkan karena itu memberikan proteksi yang baik untuk kita. Sasaran yang di-booster terbukti secara ilmiah kadar antibodinya jauh lebih tinggi dibandingkan yang belum. Ini penting untuk melindungi orang sekitar, terutama orang tua kita,” kata Budi Gunadi dalam keterangannya, Ahad, 29 Mei 2022.

Menkes Budi mengimbau masyarakat segera mendapatkan vaksinasi dosis lengkap atau vaksin booster di fasilitas pelayanan kesehatan maupun pos pelayanan vaksinasi terdekat. “Semakin cepat divaksinasi, semakin cepat juga kekebalan tubuh terbentuk,” ujarnya.

Dia mengatakan vaksinasi booster bisa diberikan lebih cepat, yaitu tiga bulan pascapenyuntikan dosis kedua.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebutkan kebijakan pelonggaran yang dikeluarkan pemerintah tetap harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Mengingat dunia belum sepenuhnya terbebas dari Covid-19, sehingga potensi penularan itu tetap ada.

“Kita masih menunggu sampai pertengahan Juni karena biasanya kenaikan itu terjadi 30-35 hari sesudah pemberlakuan kebijakan ini. Kalau memang kasusnya relatif lebih baik, kita juga akan lakukan sero survei sekali lagi di Juni. Kalau hasilnya baik, mudah-mudahan bisa secara bertahap kita lakukan relaksasi,” kata Menkes.

Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 baik global maupun nasional terus menurun. Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus relatif stabil, masih di bawah kisaran 1.000 kasus positif per hari.

Menyusul semakin membaiknya situasi pandemi, pemerintah pun mulai melakukan pelonggaran aktivitas masyarakat sebagai transisi dari pandemi ke endemi. Masyarakat diperbolehkan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kebijakan ini berlaku efektif sejak Rabu, 18 Mei 2022.

Oleh karena itu, ada beberapa ketentuan yang tetap harus diperhatikan masyarakat agar situasi ini tetap terkendali. Masyarakat yang diperbolehkan melepas masker adalah yang kondisi tubuhnya sehat.

Sementara bagi lansia, orang dengan penyakit penyerta, dan orang yang sakit flu dengan gejala batuk dan pilek, diminta tetap memakai masker saat melakukan aktivitas di dalam maupun luar ruangan.

Kebijakan pelonggaran penggunaan masker, kata Menkes, akan terus dipantau perkembangannya. Jika, relatif masih terkendali, maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa sepenuhnya bebas masker.

Baca juga: Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Ruang Terbuka, Menkes: Transisi ke Endemi

MUTIA YUANTISYA

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini


https://nasional.tempo.co/read/1596630/pelonggaran-pakaimasker-budi-gunadi-masih-tunggu-hingga-pertengahan-juni

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi