Pastikan Kesiapan PTM di Jatim

17 June 2021, 20:34

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) minta kepada pemerintah daerah se-Jatim memastikan kesiapannya, sebelum melaksanaanPembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 5 Juli 2021. Hal itu disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, setelah mencermati peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah, terutama di Bangkalan.

“Saya minta tolong para bupati dan wali kota menghitung kembali PTM, lalu kedua persiapan Idul Adha. Namun memang belum ada surat edaran yang baru, PTM ini masih sesuai dengan surat edaran lama dari SKB 4 Menteri yaitu Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri,” kata Khofifah, di Surabaya, Kamis (17/6).

Menurutn Khofifah, surat edaran gubernur sebelumnya berbasis per kecamatan. Isinya, agar setiap daerah mengkomunikasikan kebijakan pencegahan penularan dengan satgas Covid-19 di setiap kecamatan. Hal itu jika dikaitkan dengan lonjakan kasus di Bangkalan, yang memiliki 4 kecamatan masuk kategori merah yaitu Arosbaya, Klampis, Kota, dan Burneh.

“Hitung-hitungannya dari 14 indikator. Zonasi itu bukan kita bikin mau diberi warna apa, namun hitung-hitungannya dari 14 indikator by system akan berubah sendiri menjadi warna apa,” terangnya.

Sebelumnya, Khofifah menyebut, saat ini Covid-19 varian Delta B16172 telah masuk ke Jatim dan ditemukan di Bangkalan. Mutasi jenis ini, kata dia, merupakan strain asal India yang lebih menular dan telah mengalami transmisi lokal.

“Tidak bisa pemerintah saja yang kerja keras atau masyarakat saja, tapi juga tokoh masyarakat, tokoh agama, TNI/Polri, ormas, dan elemen lainnya harus saling bahu membahu, mengingatkan agar tetap disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain memasifkan vaksinasi di Bangkalan dan daerah lain di Madura, Pemprov Jatim telah mengoperasikan area food court di gedung Pusat Informasi Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura (BPWS), sisi Madura, yang selama ini hanya dipakai sebagai ruang karantina, sebagai tempat isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif dari hasil screening penyekatan Suramadu.

Khofifah menjelaskan, terdapat 8 area foodcourt di gedung tersebut, namun yang telah siap difungsikan untuk fasilitas isolasi sebanyak 2 foodcourt.

“Sudah diberi pagar dan disiapkan segala sesuatunya. Satu area bisa melayani isolasi seratus warga yang terkonfirmas positif tes PCR,” ujar dia.

Dia menjelaskan warga yang dikarantina itu adalah warga yang hasil SWAB antigennya positif, kemudian sambil menunggu SWAB PCR para pasien yang dikarantina tersebut akan ditempatkan di Gedung Pusat Informasi BPWS seluas 9 hektare itu.

“Bagi warga yang kedapatan hasilnya PCR-nya positif, namun berstatus OTG maka akan dirujuk di Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura (RSLI). Sedangkan yang bergejala, dirujuk ke enam rumah sakit penyangga,” kata Khofifah.

Dia berharap, upaya itu dapat membantu menguranggi beban RS penyangga di Surabaya yang menerima pasien OTG.

“Fasilitas ini bisa dikembangkan lagi, hingga untuk menampung 600 pasien pasien yang terkonfirmasi swab PCR-nya positif, maka mereka punya opsi dirawat diisolasi di sini,” tambahnya.

(SB/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto

Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S


https://koran-jakarta.com/pastikan-kesiapan-ptm-di-jatim

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi