Operator Kelurahan Duri Kepa Disebut Ikut Terlibat dalam Kasus Pinjaman Uang Rp 264,5 Juta

3 November 2021, 16:09

Surat pernyataan yang ditandatangani oleh Bendahara Kelurahan Duri Kepa terkait peminjaman uang ke SK, warga Cibodas, Kota Tangerang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Asisten Pemerintahan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menyebut bahwa pegawai lain di lingkaran eks Lurah dan Bendahara Duri Kepa akan turut diperiksa soal dugaan kasus penipuan.

“Saya memerintahkan Inspektorat untuk bisa menggali sedetail mungkin siapa saja yang terlibat. Ada informasi (bahwa) operator kelurahan pun juga menjadi bagian yang melakukan proses penginputan,” jelas Sigit ketika ditemui di sela rapat anggaran di Grand Cempaka Resort, Megamendung, Jawa Barat, Rabu (3/11/2021),

“Ini sedang dikerjakan oleh Inspektorat. Jadi, yang sekarang sudah ditingkatkan untuk penanganan oleh Tim Inspektorat Provinsi,” tambah dia.

Baca juga: Inspektorat DKI Periksa Lurah dan Bendahara Duri Kepa Terkait Kasus Pinjaman Uang Rp 264,5 Juta

Sebelumnya, warga Kecamatan Cibodas Kota Tangerang berinisial SK melaporkan (sekarang mantan) Lurah dan Bendahara Kelurahan Duri Kepa ke Polres Metro Tangerang Kota atas dugaan penipuan dan penggelapan uang.

SK melaporkan pihak Kelurahan Duri Kepa lantaran tidak mengembalikan uang senilai Rp 264,5 juta yang dipinjam untuk keperluan membayar honor RT/RW dan utang kegiatan Kelurahan Duri Kepa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uang tersebut terlampir dalam surat pernyataan terkait kasus tersebut dan ditandatangani Bendahara Kelurahan Duri Kepa 27 Mei 2021.

Sigit beranggapan, dalih bahwa uang pinjaman untuk membayar honor RT/RW kurang masuk akal.

Baca juga: Pinjaman Uang Rp 264,5 Juta yang Berujung Lurah dan Bendahara Duri Kepa Dinonaktifkan

Seharusnya, anggaran itu telah dimasukkan dalam mekanisme pengusulan anggaran.

Meskipun demikian, ia belum dapat mengungkapkan apa pun soal kemungkinan ada motif pribadi dalam kasus ini.

“Kami akan gali semua. Jadi, semua pihak yang katakanlah punya peran di dalam peristiwa tersebut kita coba gali, termasuk juga bagaimana ini sebagai mitigasi untuk tidak terulang pada wilayah-wilayah yang lain,” jelas Sigit.

“Kami minta (pemeriksaan oleh inspektorat) dirampungkan paling akhir di pertengahan November ini,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


https://megapolitan.kompas.com/read/2021/11/03/15421861/operator-kelurahan-duri-kepa-disebut-ikut-terlibat-dalam-kasus-pinjaman

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi