Oknum Menteri Terlibat Bisnis PCR, Anak Buah Prabowo Teriak: Mundurlah.. Kasihan Pak Jokowi

3 November 2021, 18:25

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono ikut mengomentari perihal kabar dugaan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir, terlibat dalam bisnis polymerase chain reaction (PCR).

Karena itu, anak buah Prabowo Subianto ini meminta Luhut dan Erick untuk tidak berbisnis dengan rakyat.

Baca Juga: Luhut Dituding Terlibat Bisnis PCR, Begini Tangkisannya…

Ia pun berharap kedua menteri tersebut untuk segera meletakkan jabatannya. “Kalau mau cari bisnis & duit banyak, Erick Thohir & Luhut Panjaitan sebaiknya mundur. Kasian kangmas Jokowi,” cetusnya, dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Rabu (3/11/2021).

Lebih lanjut, ia menilai Jokowi harus mengambil sikap tegas bila Luhut dan Erick terbukti berada di balik bisnis PCS ini.

Baca Juga: Tok! Jokowi Resmi Usulkan Andika Perkasa jadi Calon Panglima TNI, Gak Ada yang Lain

Sebab, keduanya telah menggunakan jabatan untuk kepentingan kelompok maupun diri sendiri.

“Mas Jokowi harus mengambil tindakan tegas kepada dua menterinya yang berbisnis PCR karena telah mengambil keuntungan banyak sekali dari masyarakat Indonesia dimana seluruh rakyat Indonesia sedang berjuang menyelamatkan jiwanya,” ujar.

Selain itu, ia juga mendesak Luhut dan Erick untuk keluar dari pemerintahan Presiden Jokowi jika kedua tokoh tersebut berniat untuk berbisnis sejak awal.

“Kepada dua menteri yang diduga dan kemungkinan besar melakukan bisnis PCR seperti Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut Pandjaitan sebaiknya kalau mau berbisnis lebih baik tidak usah menduduki jabatan menteri,” tegas dia.


https://m.wartaekonomi.co.id/read371922/oknum-menteri-terlibat-bisnis-pcr-anak-buah-prabowo-teriak-mundurlah-kasihan-pak-jokowi?utm_source=direct

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi