Muhammadiyah Goyang Yaqut Cs

3 April 2022, 7:02

RM.id  Rakyat Merdeka – Di balik penentuan awal Ramadan tahun ini, ternyata ada kisah janggal untuk diperhatikan. Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar kedua di Indonesia mengaku tak diundang Kementerian Agama (Kemenag) untuk menghadiri Sidang Isbat penentuan awal Ramadan. Agar tak melebar ke mana-mana, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas harus segera bicara.

Soal tidak diundangnnya Muhammadiyah pada Sidang Isbat itu, diungkapkan Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, kemarin.

Mu’ti telah mengonfirmasi ke sejumlah pihak yang disebut-sebut diundang dalam Sidang Isbat. Namun, tidak ada satupun yang menyatakan menerima undangan dari Kemenag.

Berita Terkait : Puasa 2 April Atau 3 April, Yang Penting Saling Rukun

Padahal, sebelumnya, disebutkan ada tiga perwakilan ormas yang memberikan pertimbangan dalam sidang isbat. Mereka adalah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama KH Abd Salam Nawawi, Majelis Tarjih Muhammadiyah Dr KH Sriyatin Siddiq, dan KH Syarif Ahmad Hakim dari Persis.

“Saya tanya Majelis Tarjih tidak ada undangan Sidang Isbat,” beber Mu’ti.

Untuk memastikan bahwa Muhammadiyah betul-betul tidak diundang dalam Sidang Isbat, Mu’ti menyarankan supaya Kemenag menunjukkan surat undangan tersebut.

Berita Terkait : Dipimpin Puan, Sidang IPU Sepakati Resolusi Damai Rusia-Ukraina

Bagaimana sikap Kemenag menanggapi pernyataan Muhammdiyah? Diretur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar), Adib Machrus menyangkal pengakuan Mu’ti. Ia menegaskan, dalam sidang tersebut semua perwakilan ormas Islam hadir, termasuk Muhammadiyah.

“Sejumlah perwakilan ormas Islam mengikuti Sidang Isbat awal Ramadan 1443 H, termasuk NU dan Muhammadiyah. Bahkan, perwakilan dari Lembaga Falakiyah NU, Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan Persis memberikan tanggapan dan saran dalam Sidang Isbat yang dipimpin Menag,” tegas Adib, kemarin.

Ia menuturkan, tidak hanya perwakilan ormas Islam. Kemenag juga mengundang duta besar negara sahabat, Lembaga Penerbangan dan Antarika Nasional (Lapan), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan juga Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag.

Berita Terkait : Hasto Makin Galak

Adib menyebut, karena pandemi, sidang digelar hybrid, ada yang mengikuti secara luring dan daring. “KH Abd Salam Nawawi, MA dari Lembaga Falakiyah NU dan Dr. KH. Sriyatin Siddiq, MA dari Majelis Tarjih Muhammadiyah mengikuti secara daring. Sedang KH. Syarif Ahmad Hakim dari Persis mengikuti secara luring di Auditorium HM Rasjidi Kemenag,” ungkapnya.
 Selanjutnya 


https://rm.id/baca-berita/nasional/118940/ngaku-tak-diundang-sidang-isbat-muhammadiyah-goyang-yaqut-cs

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi