Modus Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok: Bentuk Jasa Pengamanan Lalu Sewa Preman

18 June 2021, 0:49

Liputan6.com, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran membongkar modus operandi, para pelaku pungutan liar (pungli) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Fadil menjelaskan, langkah pertama dilakukan oleh para pelaku Pungli adalah dengan membetuk jasa pengamanan. Dia menambahkan jasa tersebut dibuat para pelaku secara legal dan ilegal.

“Modus mereka, mendirikan atau membentuk jasa pengamanan dan pengawasan baik dengan dan tanpa izin, baik dengan dan tanpa memiliki sertifikasi pengamanan,” kata Fadil saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/6/2021).

Modus selanjutnya, lanjut Fadil, adalah dengan menyewa preman atau disebut oleh para pelaku pungli sebagai asmoro. Asmoro nantinya ditempatkan para kelompok pelaku pungli di jalan-jalan kawasan pelabuhan dengan tugas mengancam para sopir-sopor truk yang lewat untuk berbuat kriminal.

“Mereka menyuruh preman yang disebut asmoro yang ada di jalan-jalan menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk melakukan tindakan kriminal seperti merampas mencuri ponsel, bajing loncat, memeras jual Aqua dengan harga tinggi serta melakukan perusakan,” beber Fadil.


https://www.liputan6.com/news/read/4584830/modus-pungli-di-pelabuhan-tanjung-priok-bentuk-jasa-pengamanan-lalu-sewa-preman

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi