Miliki Segudang Pengalaman, Mahendra Dinilai Paling Ideal Duduki Kursi Bos OJK

2 April 2022, 22:07

Presiden Jokowi telah memilih 14 nama dari21 nama yang diserahkan Pansel ADK OJK untuk melalui tahapan fit and proper test di Komisi XI DPR dalam waktu dekat. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengatakan, calon DK OJK yang baru menguasai dunia keuangan secara keseluruhan, mulai dari industri Perbankan, pasar saham, investasi, hingga keuangan digital.

Menurutnya, pemimpin OJK baru nanti harus lebih menguasai persoalan digitalisasi di bidang keuangan. Sebab, keuangan digital akan menjadi tantangan industri kedepannya. Dalam hal ini, bukan hanya soal pinjaman online namun segala aspek digitalisasi.

“Mulai bank digital, investasi online, ini yang harus diatur. Ini membutuhkan pengaturan yang dalam oleh keuangan digital,” ujarnya. 

Baca Juga: Banyak PR, Pemilihan DK OJK Baru Diharapkan Tidak Bersinggungan dengan Konflik Kepentingan

Nailul berharap, calon DK OJK yang baru harus memahami dan menguasai visi keuangan digital. Sebab, tantangan yang sangat berat bagi Indonesia akan datang dari sistem ekonomi digital. 

Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir isu dunia industri keuangan digital cenderung negatif. 

“Positifnya kurang. Misalnya pinjol, investasi, penipuan online, bank digital yang saya rasa citra negatifnya. Ini saya harapkan seharusnya bisa diminimalisir masalah-masalah itu kedepannya,” tuturnya. 

Dalam mengatasi segala persoalan di dunia industri keuangan digital, lanjutnya, memerlukan dukungan dari sisi regulasi. Dalam hal ini, OJK memegang peranan yang sangat penting. “Caranya melalui peraturan OJK,” ucapnya.

Nailul melanjutkan, Pimpinan OJK yang baru juga harus memperhatikan dan fokus pada aspek perlindungan sosial. Sebab, hingga saat ini konsumen keuangan digital sambat bervariasi. Sementara literasi keuangan dan bidang keuangan digital itu sendiri masih rendah.

“Contohnya kasus-kasus penipuan investasi dan pinjaman online,” ungkapnya.

Baca Juga: Janji DPR: Tidak Akan Pilih Calon Anggota OJK yang Tidak Punya Kapasitas

Di sisi lain, Nailul menambahkan, aspek lain di luar ekonomi digital yang perlu diperhatikan yaitu industri asuransi. Sebab, saat ini literasi dan edukasi industri perasuransian masih sangat rendah. 

“Terkait diluar ekonomi digital ada asuransi unit link yang kontroversial, ada ekonom yang berpendapat seharusnya asuransi dan investasi masing-masing sendiri. Ada juga yang mau di padupadankan,” tambahnya.

Nailul memandang, semua calon DK OJK yang baru sangat mempuni. Namun, sosok dan rekam jejak Mahendra Siregar dinilai menjadi yang paling ideal memimpin OJK yang baru. Sebab, Mahendra Siregar sudah lama bergelut didunia perbankan termasuk ekspor impor.

“Yang pasti semua calonnya saya rasa pintar-pintar ya. Kalau Mahendra Siregar, beliau sudah lama di dunia perbankan khususnya ekspor impor. Jadi Mahendra yang cukup membawa Pimpinan OJK. Kalau Ketua pak Mahendra cukup mempuni. Kalau pak Mirza di BI jadi dasarnya, ditambah beliau ketua perkumpulan Fintech. Saya rasa mampu. Pak Mahendra dan Mirza,” pungkasnya.


https://m.wartaekonomi.co.id/read404626/miliki-segudang-pengalaman-mahendra-dinilai-paling-ideal-duduki-kursi-bos-ojk?utm_source=direct

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi