Migor Curah Dikhawatirkan Harganya Meroket Kembali

31 May 2022, 7:02

RM.id  Rakyat Merdeka – Subsidi minyak goreng (migor) curah mulai 31 Mei 2022 bakal dihentikan. Alasannya, harga komoditas sudah turun.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan, langkah pencabu­tan subsidi migor curah diambil karena harga komoditas yang sudah turun dibanding beberapa bulan lalu.

Hal ini menyusul kebijakan ba­ru dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), terkait kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

Berita Terkait : Pengumuman! Subsidi Migor Curah Berakhir Besok Pukul 23.59 WIB

“Pada tanggal 31 Mei, program minyak curah bersubsidi ini akan diganti dengan kebijakan DMO dan DPO,” ujar Putu dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Selasa (24/5).

Seperti diketahui, DMO merupakan batas wajib pasok yang mengharuskan produsen me­menuhi stok dalam negeri sesuai ketentuan. Sementara, DPO ada­lah harga penjualan dalam negeri sesuai ketentuan pemerintah.

Menurut Putu, pencabutan subsidi migor curah tinggal menunggu tanda tangan Menteri Perindustrian (Menperin) un­tuk perubahan ketiga menge­nai determinasi program pe­nyediaan migor curah dalam pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan mekanisme kembali ke DMO.

Berita Terkait : Pakar IPB: PMK Bisa Dikendalikan, Masyarakat Harus Jaga Kondisi Tetap Kondusif

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, pencabutan subsidi hanya akan membuat harga migor semakin jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Akibanya, akan berdampak pada biaya produksi makanan dan mi­numan yang akan naik.

“Tidak ada jalan lain kecuali meneruskan penyesuaian harga ke tingkat konsumen, atau laku­kan efisiensi produksi,” tutur Bhima.

Seperti diketahui, Pemerintah menerapkan program subsidi agar harga migor curah sesuai HET, yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kg, sejak Maret 2022.

Berita Terkait : Pakar UI: Rusia Dikucilkan Dunia Buntut Serangan Rusia Ke Ukraina

Kondisi ini, kata Bhima, san­gat menekan masyarakat di saat pemulihan pendapatan 40 persen kelompok terbawah tidak pulih secepat kelompok atas. “Setiap ada pencabutan subsidi, yang tertekan adalah mereka yang rentan,” tukasnya.

Netizen kecewa subsidi mig­or curah dicabut Pemerintah. Akun @Icu663 mengatakan, rakyat makin sengsara den­gan dicabutnya migor curah. “Sekarang saja migor curah masih mahal, apalagi dicabut,” keluhnya.

Akun @PakMul63 menyam­bung, ada Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan subsidi saja migor curah tetap mahal. Apalagi, subsidi migor curah dihapus. Namun, Presiden Jokowi jamin dalam 1 sampai 2 minggu harga migor akan turun di bawah HET. “Percaya apa percaya ya?” tanya dia.
 Selanjutnya 


https://rm.id/baca-berita/nasional/126424/hari-ini-subsidinya-dihentikan-migor-curah-dikhawatirkan-harganya-meroket-kembali

 

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi