Metro Trans Dewata, Solusi Angkutan Massal Terintegrasi

17 June 2021, 12:44

KBRN, Denpasar : Kehadiran angkutan transportasi massal perkotaan di Denpasar, Bali, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Apalagi saat ini  pengoperasiannya masih gartis tidak dipungut biaya sepeserpun alias Nol Rupiah, syaratnya mudah hanya menempelkan kartu e-Money atau BCA Flazz saat penumpang masuk kedalam Trans Metro Dewata. 

“Trans Metro Dewata melayani empat (4) koridor yang mencakup Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan,” kata Nengah, sopir Trans Metro Dewata saat berbincang kepada RRI.co.id,  Kamis (17/6/2021).

Ia menjelaskan, saat ini dirinya sedang mengemudikan Trans Metro Koridor IV yang melayani Terminal Ubung (Denpasar) hingga Monkey Forest di Ubud, Kabupaten Gianyar, Pergi Pulang (PP). 

Pantauan RRI, bus keluar dari Terninal Ubung sekitar pukul 11:15 WITA, diperkirakan akan menempuh waktu 1 jam 15 menit. Kalau lancar maka diperkirakan akan tiba di Monkey Forest Ubud sekitar pukul 12:15 WITA.

“Rata-rata setiap 7 menit sekali Metro Trans Dewata berangkat dari Ubung ke Ubud maupun sebaliknya, saat ini lalu lintas bisa dibilang sangat lancar dan tidak macet, jauh beda dengan sebelum pandemi (Covid-19) yang biasanya bisa sampai 2 jam,” jelasnya. 

Sementara itu, Trans Metro Dewata sebenarnya merupakan perluasan dari layanan Bus Trans Sarbagita, dengan perubahan ini diharapkan akan ada peningkatan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Dalam merealisasikan layanan transportasi publik ini, Pemerintah Pusat memberikan subsidi 100 persen Biaya Operasional Kendaraan (BOK).

Angkutan ini bisa dibilang merupakan public goods, sehingga pemerintah menjadi penanggung risiko dalam penyediaannya.

Program Buy the Service (Pembelian Layanan) untuk angkutan massal perkotaan dilakukan dengan membeli layanan angkutan massal perkotaan kepada operator dengan mekanisne lelang berbasis standar pelayanan minimal atau quality licensing.

Pemerintah menjadi penanggung resiko penyediaan layanan angkutan disebabkan tingginya biaya operasional angkutan massal.

Pemerintah juga memberikan lisensi pelaksanaan pelayanan kepada operator yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), supaya memiliki keunggulan dibandingkan kendaraan pribadi.

Adapun SPM yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Tahun 2020, meliputi aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.

Sementara itu, bus ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas keamanan, misalnya seperti ketersediaan CCTV, ID card driver dan tombol hazard. Sementara keselamatan menyangkut SOP Pengoperasian kendaraan, SOP Keadaan Darurat, dan lain-lain.

Sedangkan dari siai kenyamanan, juga dipasang pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) di dalam bus, kemudian kebersihan, penyediaan lampu penerangan, kemudahan aksesibilitas dan tarif murah atau terjangkau.


https://rri.co.id/daerah/1081951/metro-trans-dewata-solusi-angkutan-massal-terintegrasi?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi