Menkeu: Inilah Penyebab Rendahnya Tingkat Penetrasi Asuransi di RI

31 May 2022, 11:16

Menurut Survei Literasi Finansial dan Inklusi OJK di 2019, indeks literasi asuransi hanya sebesar 19,4%, yang sudah meningkat 4% dibandingkan survei di 2016. Angka ini cukup rendah bila dibandingkan dengan sektor perbankan yang mencapai 36,1%.

“Rendahnya level literasi dan inklusi menandakan bahwa pemahaman dan pengetahuan publik mengenai manfaat asuransi masih cukup rendah. Ini bisa jadi disebabkan oleh akses dan informasi mengenai asuransi yang terbatas dan tidak mudah dimengerti,” jelas Sri Mulyani, Senin, 30 Mei 2022.

Kemudian, ia juga menyoroti beberapa penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang buruk di industri asuransi.

Bendahara negara menilai hal ini bisa menurunkan kredibilitas perusahaan asuransi sekaligus menciderai kepercayaan nasabah terhadap sektor jasa keuangan.

“Dalam beberapa kasus, kami menyoroti GCG buruk yang dilakukan oleh manajemen yang mengarah pada pelanggaran aturan yang pada akhirnya menciptakan risiko bagi peserta. Pelanggaran tersebut juga menyebabkan perusahaan tidak bisa membayarkan klaim dan pastinya menimbulkan persepsi risiko yang lain,” ujarnya.

Kemudian, kurangnya SDM dan profesional yang mumpuni juga menjadi masalah lain yang menghambat penetrasi asuransi di Indonesia.

Misalnya saja, kemampuan manajemen risiko yang penting bagi keberlangsungan bisnis asuransi masih dimiliki oleh sedikit SDM saja.

Dalam menghadapi tantangan ini, bendahara negara meminta kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan regulasi dan memperbaiki tingkat GCG yang ada. Selain itu, pelatihan dan pengembangan daya saing para pekerja asuransi perlu terus dilakukan. (RKZ/ibn)


https://keuangannews.id/menkeu-inilah-penyebab-rendahnya-tingkat-penetrasi-asuransi-di-ri/

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi