Menguji Kepercayaan Publik pada Polri Setelah Dirongrong Ferdy Sambo

16 August 2022, 11:15

Menguji Kepercayaan Publik pada Polri Setelah Dirongrong Ferdy Sambo

TIMESINDONESIA, JAKARTAFerdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi merongrong kepercayaan publik atas institusi Polri.

Selain pembunuhan berencana yang dilakukan secara tak manusiawi, mereka juga berbohong dengan laporan yang ternyata hal tersebut adalah fitnah terhadap Brigadir J.

Kasus mantan Kadiv Propam Polri tersebut memang menyita perhatian publik. Alasannya, selain penuh drama, Sambo adalah orang nomor satu di lingkungan Propam atau profesi dan Pengamanan Polri. Posisinya langsung di bawah Kapolri, dan dia berwenang mendisiplinkan seluruh polisi.

Artinya, Divisi Propam adalah polisinya polisi. Propam juga tempat masyarakat mengadukan perbuatan aparat yang menyimpang. Namun, pejabat tertinggi Propam justru terbelit rekayasa kasus yang menyebabkan seorang polisi tewas dengan sangat mengenaskan.

Saat ini, publik seperti kehilangan banyak kepercayaan pada Polri karena akibat dari kasus tersebut. Jika ini dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan tersebut akan menyentuh ‘nol persen’, lalu kinerja Polri tak ada guna untuk masyarakat.

Bagaimana Polri mengembalikan kepercayaan masyarakat tersebut?

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Syaifuddin menyampaikan, memang tak mudah bagi Polri untuk mengembalikan kepercayaan publik itu. Artinya, lembaga yang kini dipimpin oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu harus serius dan berkerja keras.

“Saya kira ini perlu dibangun kembali kepercayaan publik oleh instusi Polri melalui berbagai kinerja-kinerja yang baik, termasuk pelayanan-pelayanan masyarakat, termasuk meningkatkan pencitraan keamanan kepada masyarakat,” katanya kepada TIMES Indonesia, Selasa (16/8/2022).

Ia menyampaikan, jika Polri tidak serius mengembalikan kepercayaan masyarakat, maka kinerja Polri sebagai alat pengamanan akan tersendat, dan bukan tidak mungkin akan sia-sia.

“Tentunya dampak misalnya publik tidak percaya kembali dengan Polri, maka akan ada stigma yang ada di pikiran masyarakat terhadap institusi Polri itu sendiri, dan tentunya marwa institusi Polri juga akan tercederai,” jelasnya.

Oleh karena, lanjut dia, Polri harus bisa menyikapi berkurangnya atau menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat ini melalui peningkatan pelayanan yang prima, yang berkualitas.

“Yang inovatif terhadap masyarakat termasuk juga peningkatan keamanan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J ini, empat orang yang ditetapkan telah sebagai tersangka. Antara lain yakni Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada E, dan ART Sambo bernama Kuat Ma’ruf. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.


https://www.timesindonesia.co.id/read/news/423484/menguji-kepercayaan-publik-pada-polri-setelah-dirongrong-ferdy-sambo

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi