Menggelegar! PA 212 Sentil Panglima TNI Soal PKI: Kalau Diizinkan Masuk…

2 April 2022, 20:07

Wakil Ketua Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyentil Panglima TNI Andika Perkasa yang mengizinkan keturunan PKI masuk TNI.

Novel mengingatkan Andika, PKI sedikit demi sedikit sedang bangkit lagi.

Baca Juga: Jenderal Andika Perkasa Bolehkan Anak Cucu PKI Jadi TNI, Pesan Pengamat Terorisme: Keturunan Itu…

“Ada berbagai macam cara kembali. Kalau diizinkan masuk, keturunan PKI bisa merebut TNI yang jadi pertahanan terakhir negara,” ucap Novel kepada GenPI.co, Sabtu (2/4).

Novel mengatakan Andika mesti mengingat dulu ada sejumlah jenderal yang dibunuh PKI dalam tragedi 1965.

Pentolan 212 itu juga menyinggung soal TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966, yang mana berisi larangan komunisme.

“Memang sekarang belum ada yang berani menentang aturan itu, tetapi tidak ada jaminan ketika sudah ada anak PKI di dalamnya,” imbunya.

Novel mengatakan tidak ada jaminan anak PKI tidak meneruskan warisan perjuangan orang tuanya.

“Jika anak PKI sudah memegang jabatan, bisa saja mereka menantang TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966,” ungkapnya.

Meskipun demikian, loyalis Habib Rizieq itu memahami di dalam Islam tidak ada dosa turunan.

Dirinya mempersilakan anak PKI gabung ke TNI jika benar-benar taat agama dan tidak berideologi komunis.

Baca Juga: Keturunan PKI Boleh Jadi TNI, Warganet Ungkit Omongan Gatot Nurmantyo Lagi

Namun, Novel Bamukmin juga mengingatkan kemungkinan terburuk jika yang terjadi justru sebaliknya.

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.


https://m.wartaekonomi.co.id/read404609/menggelegar-pa-212-sentil-panglima-tni-soal-pki-kalau-diizinkan-masuk?utm_source=direct

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Statement

Fasum

Transportasi