Mengenal Apa Itu Penyakit Autoimun yang Terjadi pada Kulit

3 November 2021, 19:23

Mengenal Apa Itu Penyakit Autoimun yang Terjadi pada Kulit

Jakarta:

Sistem kekebalan tubuh normalnya akan menghasilkan antibodi yakni suatu protein yang bereaksi terhadap bakteri, virus, dan racun. Pada penyakit autoimun , sistem kekebalan tubuh akan mengenali sel tubuhnya sendiri sebagai benda asing dan berusaha untuk menyingkirkannya.

Penyakit autoimun dapat mengenai berbagai organ, sendi dan otot, atau jaringan tubuh lainnya. Salah satu jaringan yang sering terkena gangguan autoimun adalah kulit .

Menurut dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis kulit dan kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia, secara umum, gejala auto imun kulit yang biasa ditemukan adalah berupa bercak kemerahan atau bercak berwarna putih. Bercak itu dapat terjadi pada permukaan kulit, rambut maupun kuku.

“Kadang disertai dengan lepuhan dan keterlibatan mukosa seperti mukosa mulut, mata maupun kelamin. Perjalanan penyakit autoimun kulit ini cenderung kronis jangka panjang dan bersifat kambuhan,” ujar dr. Amelia dalam Virtual Media Briefing, pada Rabu, 3 November 2021.

Terkait faktor risiko autoimun kulit, dr. Amelia menjelaskan bahwa hal ini terbagi menjadi dua. Yaitu internal dan eksternal.

“Penyakit autoimun kulit pada dasarnya bukan penyakit yang menular. Secara internal, autoimun kulit bisa terjadi karena faktor genetik, misalnya ada anggota keluarga yang juga mengidap penyakit yang sama,” kata dr. Amelia.

“Secara eksternal, autoimun kulit ini bisa terjadi akibat faktor lingkungan seperti infeksi, obat-obatan, merokok, obesitas, paparan sinar UV yang berlebihan, dan lainnya,” tambahnya.

Secara umum, memang penyakit autoimun kulit bersifat kronis jangka panjang dan kambuhan. Namun hal ini bisa dicegah dengan kontrol rutin dan pola hidup sehat.

“Pasien tentu harus menerapkan gaya hidup sehat, misalnya makan makanan bergizi yang kaya akan vitamin D dan menghindari rokok,” ujar dr. Amelia.

“Namun, menjaga kesehatan mental juga tak kalah penting bagi pasien, seperti tetap aktif dan berpikir positif, serta mampu memanajemen stres. Dan yang terpenting, segera melakukan konsultasi ke dokter spesialis kulit jika mengalami gejala atau jika mengalami kekambuhan,” tutup dr. Amelia.

(FIR)


Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi