Mendag: Aplikasi Digital Lacak Ketersendatan Minyak Goreng

8 June 2022, 12:10

RM.id  Rakyat Merdeka – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi ingin memastikan Program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) berjalan lancar. Memaksimalkan aplikasi digital, nantinya Pemerintah bakal tahu, di mana letak tersendatnya, dan apa masalahnya.

Lutfi didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengunjungi Pasar Kampung Ambon, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (7/6). Ada sejumlah titik yang ia sambangi. Di antaranya Toko Ahin dan Toko Tarigan. Tujuannya, untuk mengecek ketersediaan dan keterjangkauan MGCR.

“Jadi saya sudah lihat di tiga titik tadi. Ternyata Program MGCR, terutama dalam Sigurih ini seperti janji, sudah memenuhi target. Dalam dua minggu yaitu 10 ribu pengecer. Rencananya ini akan naik terus menjadi 30 ribu pengecer di 10 ribu titik pasar. Seperti kita ketahui, pasar itu ada 17 ribu titik. Rencananya tidak akan kurang dari 10 ribu,” ujar Lutfi saat sidak ketersediaan minyak goreng di Pasar Kampung Ambon, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/6).

Di toko tersebut, ia mendapati harga minyak goreng (migor) perlahan mulai turun. Terlebih jika didapatkan melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE), harganya sudah pasti Rp 14 ribu per liter.

“Ketersediaan cukup dan kami memastikan ketersediaan ini ada supaya rakyat yang membutuhkan bisa membeli,” cetusnya.

Berita Terkait : AXA Mandiri Catat Kinerja Positif

Lalu, kenapa mesti pakai KTP? Lutfi ingin menjamin masyarakat bisa mendapatkannya di 10 ribu titik. Nantinya, Kemendag menargetkan ada 20 ribu pengecer di seluruh Indonesia. Dengan begitu, alur distribusi MGCR berjalan lancar.

“Kami juga memastikan bahwa semua segmen distribusi minyak goreng curah rakyat ini melalui aplikasi digital. Jadi kita bisa tahu di mana tersendatnya, gimana permasalahannya,” tegas mantan dubes RI untuk Amerika Serikat ini.

Lagipula, Kemendag telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Sehingga Lutfi meminta seluruh pemain migor mengikuti aturan main yang berlaku.

“Karena saya tegaskan sekali lagi, bahwa di sini Satgas Pangan Kepolisian ikut. Begitu juga dengan Kejaksaan, dan aparat lain, seperti militer,” pesannya.

Bukan hanya KTP, nantinya proses distribusi bisa menggunakan PeduliLindungi. Mengingat aplikasi ini sudah digunakan lebih dari 40 juta orang. Dengan begitu, alur distribusi semakin mudah. Mulai dari produsen crude palm oil (CPO) sampai ke tingkat pengecer menggunakan aplikasi digital. Sehingga, Pemerintah dapat mengetahui pembeli migor curah merupakan orang-orang yang membutuhkan.

Berita Terkait : Luhut Menteri Cekatan, Tapi Banyak Yang Nyinyir

Jika migor tersedia, dan harganya terjangkau bagi masyarakat, aktivitas ekspor juga bisa berlangsung. Dengan begitu, harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani akan membaik. Targetnya tidak kurang dari Rp 2.500 per kilogram (kg).

“Bahkan kami mau setidaknya Rp 3.000 pada kesempatan pertama. Sedang kami ubah peraturannya supaya ekspor ini bisa berlangsung pada kesempatan pertama,” janji Lutfi.

Untuk diketahui. Pemerintah telah membuka larangan ekspor migor, CPO dan turunannya per 28 Mei 2022. Salah satu alasannya karena ekspor menjadi salah satu instrumen penting dalam sistem perdagangan Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, meskipun ekspor dibuka, Pemerintah tetap memastikan ketersediaan dan harga minyak goreng di masyarakat sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Langkah-langkah apapun yang kami lakukan semua harus mematikan ketersediaan dan harga di masyarakat yang sesuai dengan arahan yang diberikan langsung oleh Bapak Presiden,” tegas Luhut.

Memulai ekspor menjadi penting, karena itu berdampak erat terhadap penerimaan yang diterima petani sawit. Dengan begitu, semua mata rantai produksi dan distribusi bisa kembali berjalan.

Berita Terkait : Kemendagri Sebut Digitalisasi Bisa Bantu Optimalisasi Pembangunan

“Jadi, dengan demikian kita berharap nanti harga TBS atau tandan buah segar kelapa sawit dari petani juga akan membaik,” tuturnya.

Sebagai catatan. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyampaikan harga rata-rata TBS di level Rp 1.600 per kg di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Untuk itu, dengan dibukanya ekspor, diharapkan harga TBS berada di atas Rp 2.500 per kg. ■


https://rm.id/baca-berita/government-action/127557/mendag-aplikasi-digital-lacak-ketersendatan-minyak-goreng

 

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

,

Fasum

Transportasi