Mahfud: Stop Hoax & Ujaran Kebencian Di Ruang Digital!

3 April 2022, 19:10

RM.id  Rakyat Merdeka – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, pemerintah terus memberikan perhatian khusus terhadap konten-konten yang memuat ujaran kebencian, bersifat misinformasi dan disinformasi, serta bernarasi negatif tanpa berdasarkan pada data dan fakta, yang marak ditemukan di ruang digital.

Menurut Mahfud, konten-konten tersebut telah menggiring pemikiran dan bahkan membangun pemahaman yang salah di kalangan masyarakat terhadap suatu isu, yang pada akhirnya mengganggu persatuan bangsa dan stabilitas nasional.

Ketersediaan saluran penyebaran informasi yang timbul akibat perkembangan teknologi informasi, kata Mahfud, telah me-revolusi cara berkomunikasi dan cara masyarakat memperoleh sumber-sumber berita.

Berita Terkait : Mahfud: Status Tersangka Nurhayati Akan Segera Dicabut

“Ruang digital telah menjadi sumber informasi bagi masyarakat yang pada kenyataannya kerap mengabaikan etika publik, bahkan tak jarang menjadi wadah penyebaran secara luas informasi hoax dan berbagai konten negatif,” ungkap Mahfud dalam sambutan pada acara Gala Premiere Salam Campaign yang diselenggarakan bersama oleh Wahid Foundation, Google Indonesia, dan UNDP, Jumat (1/4).

Mahfud menambahkan, bahwa dalam mengatasi hal ini pemerintah tak dapat bekerja sendiri. Kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak diperlukan dalam  penanganan dan pengelolaan narasi negatif, informasi hoax dan konten-konten ekstremisme kekerasan lainnya di ruang digital.

“Oleh karenanya, atas nama Pemerintah Indonesia, saya menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dan upaya bersama yang telah dilakukan Wahid Foundation, Google Indonesia dan UNDP dengan membangun kapasitas cendekiawan Islam moderat. Dengan kapasitas dan kemampuan yang mumpuni, para cendekiawan tersebut akan menghasilkan dan menyebarkan pesan-pesan damai kepada masyarakat Indonesia,” ujar Mahfud.

Berita Terkait : 14 Pebalap Honda Siap Harumkan Nama Indonesia Di Dunia

Di kesempatan yang sama, Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi ruang publik yang saat ini banyak diisi oleh hal-hal yang bersifat intoleran.

Padahal menurutnya, modal bangsa Indonesia sebagai masyarakat heterogen sangat besar untuk bisa mempraktekan toleransi, karena dari sejak lahir, sudah dikelilingi oleh keberagaman.

“Begitu beragam negara kita, namun sayangnya kita masih melihat bahwa masih banyak ungkapan kebencian. Kadang berdasarkan etnis dan isu agama, masih bertebaran di ruangan publik, baik secara fisik, dan sekarang lebih menonjol lagi karena ada media sosial,” ungkap Yenny.

Berita Terkait : Menkominfo Dorong Kebangkitan UMKM Di Tengah Digitalisasi

Mahfud yakin hasil karya 10 komunitas Islam moderat yang telah diluncurkan pada 24 Maret 2022 lalu, akan menjadi informasi yang dapat melawan dan menghadapi konten-konten bermuatan ekstremisme kekerasan di ruang digital.

Kepada Wahid Foundation, Google Indonesia dan UNDP, lanjut Mahfud, pemerintah akan terus mendukung upaya bersama ini. Ke depan tidak saja berhenti dengan menghasilkan karya-karya positif ini, tetapi juga memikirkan bagaimana jangkauannya dapat lebih luas lagi.

“Saya juga berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat madani seperti ini terus diperkuat dalam menjaga ruang digital yang beragam, toleran dan damai,” harap Mahfud sebelum mengakhiri sambutannya pada acara tersebut. [FAQ]


https://rm.id/baca-berita/government-action/118925/mahfud-stop-hoax-amp-ujaran-kebencian-di-ruang-digital

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi