Mahfud Sebut Kapolri Sudah Tegas Tindak Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa

16 October 2022, 9:28

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah tegas dengan menindak dua petinggi Polri karena terjerat kasus.
Kedua petinggi tersebut yakni mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan Kapolda Sumatera Barat Inspektur Jenderal (Irjen) Teddy Minahasa Putra.
Menurut dia, penindakan terhadap Sambo dan Teddy menunjukkan Polri mempunyai kekuatan untuk menindak jajarannya.
“Ketegasan Kapolri untuk menunjukkan kepada seluruh jajaran Polri bahwa dia bisa bertindak tegas. Misalnya terhadap Sambo begitu, itu tindakannya tegas. Artinya, Polri itu punya power untuk melakukan itu dan bisa melakukan itu,” ujar Mahfud dikutip dari Youtube Kemenko Polhukam, Minggu (16/10/2022).
Baca juga: Pertaruhan Citra Polri di 3 Kasus Besar: Teddy Minahasa, Ferdy Sambo, dan Kanjuruhan
Adapun Sambo merupakan tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Sedangkan, Teddy ditangkap karena terejat kasus peredaran narkoba.

Mahfud mengatakan kasus peredaran narkoba yang menyeret Teddy bisa saja berhenti setelah Polri meringkus seorang perempuan berinisial L.
Akan tetapi, Listyo juga mengambil langkah tegas dengan menindak Teddy.
Baca juga: Teddy Minahasa Ditangkap, Muncul Dugaan Perang Antarfaksi di Internal Polri
Menurut Mahfud, penindakan Listyo terhadap Sambo dan Teddy merupakan upaya langkah maju untuk memperbaiki Polri.
“Itu harus dilihat dari sudut itu bahwa ini upaya untuk maju,” kata dia.
Mahfud juga menyinggung langkah Polri yang menangkap Apin BK alias J, bos judi online terbesar di Sumatera Utara. Apin ditangkap di Malaysia beberapa waktu lalu.
Mantan Ketua Mahkmah Konstitusi itu menyebut bahwa tidak mudah untuk menangkap seseorang yang terjerat kasus dan melarikan diri ke luar negeri.
“Tidak mudah mengambil narapidana itu yang sudah lari ke luar negeri, kalau tidak punya kesungguhan dan jaringan yang kuat serta memberi pengertian kepada negara lain untuk mengambil itu,” imbuh dia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi