Mahfud Md Bocorkan Proyek Kemenhan, Buat Negara Rugi Ratusan Miliar Rupiah

13 January 2022, 18:08

Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkapkan, terdapat proyek pengelolaan satelit yang ada di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Kerugian terjadi karena adanya penyalahgunaan dalam pengelolaan Satelit Garuda-1, yang telah keluar orbit dari slot orbit 123 derajat bujur timur (BT), pada 2015 sehingga terjadi kekosongan dalam pengelolaan satelit oleh Indonesia.

Sedangkan menurut peraturan International Telecommunication Union (ITU), negara yang telah mendapatkan gak pengelolaan, akan diberi waktu tiga tahun untuk mengisi kembali slot orbit.


Baca Juga: Sebut Ada Menteri Minta Setoran, Nicho Silalahi: Jika Tidak Melaporkan…

“Apabila tidak dipenuhi, hak pengelolaan slot orbit akan gugur secara otomatis dan dapat digunakan oleh negara lain,” ujar Mahfud dalam konferensi pers virtual, yang dikutip dari Kompas.com pada Kamis, 13 Januari 2022.

Permasalahan ini keluar saat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), memenuhi permintaan Kemenhan untuk bisa mendapatkan hak pengelolaan slot orbit 123 derajat BT untuk membangun Satelit Komunikasi Pertahanan (Satkomhan).


Baca Juga: Gawat! Mahfud MD Mulai Bersuara, Ada Menteri Minta Setoran dari…

Kemudian Kemenhan membuat kontrak sewa Satelit Artemis milik Avanti Communication Limited, pada 6 Desember 2015.

Kontrak tersebut dilakukan kendati penggunaan slot orbit 123 derajat BT, dari Kemkominfo baru diterbitkan pada 29 Januari 2016.

Namun pihak Kemenhan pada 25 Juni 2018, mengembalikan hak pengelolaan slot orbit 123 derajat BT kepada Kemkominfo.


Baca Juga: Gawat! Mahfud MD Mulai Bersuara, Ada Menteri Minta Setoran dari…

Sedangkan pada saat melakukan kontrak kerja dengan Avanti pada 2015 silam, Kemenhan ternyata belum memiliki anggaran untuk keperluan tersebut.

Untuk membangun Satkomhan, Kemhan juga sempat menandatangani kontrak dengan Navayo, Airbus, Detente, Hogan Lovel, dan Telesat dalam kurun waktu 2015-2016, yang anggarannya pada 2015 juga belum tersedia.

Sedangkan Kemenhan baru tersedia anggaran tahun 2016, tetapi dilakukan self blocking oleh Kemenhan.

Karena masalah ini, selanjutnya Avanti menggugat di London Court of Internasional Arbitration karena Kemenhan tidak membayar sewa satelit sesuai dengan nilai kontrak yang telah ditandatangani.

Pada 9 Juli 2019, pengadilan arbitrase menjatuhkan putusan yang mengakibatkan negara untuk mengeluarkan pembayaran untuk sewa Satelit Artemis.

“Biaya arbitrase, biaya konsultan dan biaya filing satelit sebesar ekuivalen Rp 515 miliar,” ujar Mahfud.

Disisi lain, Navayo juga mengajukan tagihan sebesar 16 juta dollar ke Kemenhan. Berdasarkan putusan Pengadilan Arbitrase Singapura pada 22 Mei 2021, Kemenhan harus membayar 20.901.209 dollar AS atau setara Rp 314 miliar kepada Navayo.

“Selain keharusan membayar kepada Navayo, Kemhan juga berpotensi ditagih pembayaran oleh Airbus, Detente, Hogan Lovells dan Telesat, sehingga negara bisa mengalami kerugian yang lebih besar lagi,” jelasnya.


https://makassar.terkini.id/mahfud-md-bocorkan-proyek-kemenhan-buat-negara-rugi-ratusan-miliar-rupiah/

Media

Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi