Loloskan 2 Inovasi Mutakhir, PT BIMA Tunjukkan Eksistensi

17 June 2021, 0:23

KBRN, Jakarta: Guna mengoptimalkan kinerja mesin dengan menggunakan Biosolar B30, PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) melakukan inovasi berupa  filtrasi bahan bakar Biosolar B30 sebagai metode terkini perawatan alat bongkar muat. 

Untuk itu, PT BIMA meluncurkan dua inovasi terbaru untuk perawatan alat bongkar muat. Inovasi ini dapat mengoptimalkan kinerja mesin bongkar muat.

“Inovasi yang diluncurkan PT Bima ini sebagai bentuk dukungan inovasi yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo perihal penggunaan Biosolar B30 Melalui Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015,” ujar Direktur Operasional dan Teknik  PT BIMA, Bayu Setyadi, dalam keterangan pers, Rabu (16/6/2021). 

Menurut Bayu, uji coba filtrasi telah dilakukan di beberapa wilayah cabang dan terbukti mampu mengurangi endapan berupa gel yang dihasilkan dari bakteri yang terdapat pada biosolar yang mengendap, sehingga breakdown akibat filter solar yang buntu bisa diminimalisasi.

Selain itu, penggunaan filtrasi bahan bakar B30 juga mampu menekan resiko kerusakan pompa bahan bakar dan injektor, serta menekan kandungan air pada mesin yang dapat menjadi penyebab terjadinya korosi dan guratan pada mesin.

“Efek jangka panjangnya, umur injector dan fuel pump menjadi panjang dan kinerja engine pun bisa maksimal untuk mendukung operasional di lapangan,” jelas Nazar, Site Manager PT BIMA Cabang Semarang.

Inovasi filtrasi  bahan bakar B30 ini kini telah resmi digunakan sebagai metode perawatan alat di Terminal Peti Kemas Semarang. Tidak hanya itu, inovasi lain yang dilakukan PT BIMA – yang merupakan cucu perusahaan dari PT Pelindo III (Persero) melalui BJTI Port di  cabang Semarang, adalah  penerapan sistem pengulangan (redundancy system) pada mesin RTG untuk menjamin utilisasi peralatan bongkar muat di pelabuhan terus meningkat. 

Pada awalnya, ketika mesin tersebut memasuki jadwal overhaul, alat tersebut harus menunggu setidaknya 30 hari dan berhenti beroperasi sampai proses overhaul selesai. Tetapi dengan inovasi redundant system, mesin pengganti telah disiapkan, sehingga alat tersebut hanya memerlukan waktu 1-2 hari saja untuk berhenti beroperasi. 

Bayu Setyadi berharap langkah inovatif ini juga dapat dimanfaatkan cabang lain, mengingat potensi kecilnya kerugian dalam aktifitas bongkar muat pelabuhan.

“Apapun program pemerintah kami siap menjadi bagian dari masalah sebagai solusi, PT BIMA akan senantiasa dukung dengan inovasi-inovasi baru agar arus bongkar muat pelabuhan lancar dan kemungkinan mesin breakdown juga kecil,” tuntasnya.


https://rri.co.id/teknologi/sains-dan-teknologi/1080980/loloskan-2-inovasi-mutakhir-pt-bima-tunjukkan-eksistensi?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi