Lintasarta Cloudeka, Solusi Cloud Cerdas bagi Korporasi

16 September 2021, 14:46

KBRN, Jakarta: Penyedia jasa telekomunikasi, internet dan layanan IT, Lintasarta, memperkenalkan Lintasarta Cloudeka sebuah layanan komputasi awan (cloud computing) untuk seluruh industri. Cloudeka memiliki beragam fitur yang membantu perusahaan dalam bertransformasi digital. 

President Director Lintasarta, Arya Damar mengatakan, produk komputasi awan baru ini dibuat untuk semua industri. Pelaku usaha tidak hanya bisa memiliki layanan komputasi awan, juga dengan berbagai macam tambahan lainnya termasuk layanan keamanan. 

Caption: President Director Lintasarta, Arya Damar. (Foto: Tangkapan Layar Zoom) 

“Cloudeka bisa dibundel dengan infrastrukturnya, komputasi awannya, bahkan keamanannya, hingga aplikasi,” kata Arya pada Konferensi Lintasarta Cloudeka bertajuk “ICT & Business Outlook 2021” yang digelar secara daring, Rabu (15/9/2021). 

Hadir sebagai keynote speaker, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, serta beberapa pembicara ternama lainnya seperti Senior Economist INDEF Dr. Aviliani, Managing Director APAC IDC Sudev Bangah, dan Founder & Executive Chairmain MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya, yang hadir pada plenary seassions bertajuk Envisioning Tomorrow: ICT & Business Outlook 2020.

Marketing & Solution Director Lintasarta, Ginandjar menjelaskan, Lintasarta Cloudeka memiliki berbagai fitur unggulan di antaranya fitur Deka Prime yang dilengkapi dengan VMWare untuk layanan berbasis infrastruktur (IaaS), Deka Flexy dengan fitur open stage, dan Deka Box yang merupakan obyek penyimpanan. 

Selain itu, ada juga Deka Vault yang merupakan sistem cadangan untuk menjaga layanan dan Deka Premium, yaitu layanan komputasi awan pribadi. 

Kemudian untuk layanan berbasis platform (PaaS) Cloudeka memiliki Deka Harbour atau container. Terakhir, untuk layanan berbasis perangkat lunak (Saas) ada Deka Sense dan Intelligent Video Analytic.

“Solusi Cloudeka akan memberikan layanan yang andal, dan aman,” kata Ginandjar. 

Ia mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan, komputasi awan akan menjadi primadona. Berdasarkan laporan salah satu lembaga riset, kata Ginandjar, nilai penggunaan layanan komputasi awan di Indonesia akan mencapai Rp27 triliun pada 2025, naik lebih 200 persen dibandingkand dengan 2021. 

Sementara itu, Country Leader Indonesia AWS Gunawan Susanto memprediksi ekonomi Indonesia bisa melesat menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030 dengan ekonomi digital.

“Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia 2020 itu lebih dari 10 persen, dan kontribusinya mencapai 18 persen dari PDB,” tuturnya. 

Konferensi Lintasarta Cloudeka juga dimeriahkan dengan penghargaan bergengsi Lintasarta IT Services Award, yang merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan, institusi, dan lembaga yang menjadi pelanggan Lintasarta yang telah berhasil melakukan transformasi digital guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi di bidang operasional maupun bisnis.

Penghargaan ini diberikan kepada puluhan perusahaan dengan kategori penghargaan Kementerian/ Lembaga Negara, Finance Bank, Finance Bank (BPD), Finance Non Bank, Manufacture & Trading, Resource, dan Telco & Public Sector.


https://rri.co.id/teknologi/sains-dan-teknologi/1190273/lintasarta-cloudeka-solusi-cloud-cerdas-bagi-korporasi?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi