Lemigas Dukung Upaya Dekarbonisasi, Dorong Implementasi CCS/CCUS di Sektor Ini

12 February 2024, 21:18

SUARAMERDEKA.COM – Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) memainkan peran kunci dalam upaya Indonesia mencapai target net zero emisi. Hal itu dilakukan dengan mendorong implementasi teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture and Utilization Storage (CCUS). Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Baca Juga: China Makin Geser AS, Biden Panik Gelontorkan Rp 171 Triliun untuk Teknologi Seperti industri perminyakan dan lembaga pembiayaan, Lemigas terus melakukan studi dan penelitian untuk meningkatkan kemampuan di bidang ini. Kepala Lemigas, Ariana Soemanto menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk mengimplementasikan program CCS dan CCUS.

“Sejak tahun 2003, Lemigas telah melakukan berbagai studi terkait CCS/CCUS bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Pertamina, Mitsubishi, Shell, Total, Japex, ITB, serta lembaga pembiayaan seperti ADB dan World Bank,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/2/2024). Baca Juga: Malam Ini! Laga Crystal Palace vs Chelsea: Prediksi Skor Hingga Susunan Pemain, Head To Head Selain itu, Lemigas juga aktif dalam memberikan edukasi tentang perkembangan, regulasi, dan aspek ekonomi dalam implementasi CCS/CCUS kepada para pemangku kepentingan melalui Knowledge Sharing Lemigas Academy. Peneliti Lemigas, Dandan Damayandri menjelaskan bahwa implementasi CCS/CCUS melibatkan tiga tahap utama. Pertama teknologi penangkapan CO2 dari sumbernya. Baca Juga: Bocoran Update CDID Roblox 1.5 Hadirkan Banyak Fitur Menarik, Salah Satunya Cosplay Mobil Dinas dan Mobil Limited Kedua transportasi CO2 dari sumber ke reservoir. Ketiga injeksi serta monitoring pasca injeksi CO2. “Minat dari berbagai pemangku kepentingan untuk memanfaatkan teknologi pengurangan emisi melalui program CCS dan CCUS terus meningkat,” ungkap Dandan. Baca Juga: Usher Tampil Memukau di Super Bowl Halftime 2024, Berkolaborasi dengan Musisi Berikut Ini Saat ini, terdapat 15 proyek CCS/CCUS yang sedang dikembangkan di Indonesia. Di anntaranya proyek amonia bersih di Sulawesi Tengah, Repsol Sakakemang, BP Tangguh, Pertamina Sukowati, Pusat Karbon Aceh, dan Pertamina Jatibarang. Pemerintah juga memberikan insentif berupa carbon tax dan carbon credit untuk mendukung implementasi program ini. Baca Juga: Hasil Liga Voli Putri Korea Hari Ini, Pink Spiders Tak Terhentikan, Hyundai Hillstate Tumbang, Megawati Cs Berpeluang Geser GS Caltex Untuk memberikan kepastian usaha, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengeluarkan regulasi yang mengatur aspek teknis, skenario bisnis, regulasi, dan ekonomi terkait kegiatan CCS/CCUS di Indonesia.