Kutip Pesan Hamka, Wamenag: Dakwah Membina, Bukan Menghina!

30 May 2022, 22:10

RM.id  Rakyat Merdeka – Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid menutup Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke II Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) yang berlangsung di Jakarta. Bersamaan itu, Wamenag menyaksikan pelantikan Daiyah Parmusi seluruh Indonesia.

Hadir, Ketua Umum DPP Parmusi, Ustadz Usamah Hisyam, Ketua Majelis Syariah Parmusi KH. Raodl Bahar Bakry, Ketua Umum Daiyah Parmusi Ibu HJ. Fahira Idris, serta peserta Mukernas dan keluarga besar Parmusi.

Dalam pesan sambutannya, Wamenag mengutip petuah ulama besar Prof. Dr. Buya Hamka, tentang semangat dakwah.

Berita Terkait : Lestari: Tingkatkan Prestasi Olahraga, Benahi Tata Kelola Pembinaan

“Buya Hamka menuturkan bahwa dakwah itu membina bukan menghina, dakwah itu mendidik bukan membidik, dakwah itu mengobati bukan melukai, dakwah itu mengukuhkan bukan meruntuhkan, dakwah itu saling menguatkan bukan saling melemahkan, dakwah itu mengajak bukan mengejek, dakwah itu menyejukkan bukan memojokkan, dakwah itu mengajar bukan menghajar, dakwah itu saling belajar bukan bertengkar, dan dakwah itu menasihati bukan mencaci maki,” pesan Wamenag di Jakarta, Minggu (29/5).

Wamenag menyambut baik terbentuknya Daiyah Parmusi sebagai organisasi sayap baru dari Parmusi. Wamenag berharap terbentuknya Daiyah Parmusi menjadikan tugas dakwah bisa berjalan lebih baik dan tepat pada sasarannya.

“Dakwah merupakan jawaban umat Islam terhadap situasi kekinian dan antisipasi masa depan,” pesannya.

Berita Terkait : Wapres Dan Menag Jadi Korban Hoaks, Wamenag: Fitnah Keji

Untuk mencapai tujuan dan hasil dakwah yang optimal, lanjut Wamenag, peran organisasi dan tenaga dakwah (dai/daiyah) yang terdidik, terlatih, dan istiqamah sangat diperlukan. Di samping pengembangan materi dakwah, sarana dan media yang kontekstual dengan perkembangan masyarakat. Dakwah Islamiyah haruslah dilakukan secara sistematis, metodologis, persuasif, dan tidak secara sporadis. 

“Sekarang berada di era digital, para dai/daiyah harus terampil menggunakan media sosial dan memanfaatkannya untuk kemajuan dan keluasan jangkauan dakwah,” tuturnya.

Wamenag mengapresiasi peran yang selama ini dilakukan Parmusi dan ormas Islam lainnya yang bergerak di bidang sosial-ekonomi dan dakwah. Isu kemiskinan dan penguatan akidah umat perlu mendapat perhatian serius dari organisasi Islam melalui dakwah yang menyejukkan dan membebaskan umat dari kemiskinan, keterbelakangan, dan perpecahan. 

Berita Terkait : Hari Ke-2 Lebaran, Menhub Blusukan Ke Pelabuhan Muara Angke

Ormas-ormas Islam di tanah air diharapkan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan program-program Kementerian Agama, baik dalam pengarusutamaan moderasi beragama maupun pengembangan pendidikan Islam.

“Kita harus semakin solid dan membangun masyarakat Islam secara lebih terarah dan terukur. Sinergi in!i juga meniscayakan adanya komunikasi yang baik, saling mendekati dan sambung rasa,” ajak Wamenag.

“Saya kira bukan saatnya lagi kita berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah sangat terbuka terhadap kritik yang membangun. Karena itu adalah bagian dari demokrasi dan pembangunan negara yang berkeadaban sejalan dengan nilai-nilai Islam yang washatiyah,” tandasnya. ■ 


https://rm.id/baca-berita/government-action/126384/pelantikan-daiyah-parmusi-kutip-pesan-hamka-wamenag-dakwah-membina-bukan-menghina

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi