KSP Banyak Temukan Masalah Warga di Riau: Secara Historis Tanahnya Dirampas, Tapi Secara Legal Sudah Tak Menguasai

2 April 2022, 18:47

KSP Banyak Temukan Masalah Warga di Riau: Secara Historis Tanahnya Dirampas, Tapi Secara Legal Sudah Tak Menguasai

Suara.com – Deputi II Bidang Pembangunan Manusia, Kantor Staf Presiden, Abetnego Tarigan, mengatakan data yang berkualitas merupakan hal yang krusial untuk mendorong impact investment dalam penerapan praktik pengelolaan lingkungan sosial dan tata kelola.

“Ini memang merupakan satu hal yang krusial dan kita harus melihat juga, bahwa di dalam aktivitas investasi itu impactnya itu juga memang harus mencari sesuatu yang penting untuk dilihat, sejauh mana memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat maupun pengelola lingkungan,” ujar Abetnego, Sabtu (2/4/2022).

Abetnego mengatakan banyak ditemukan permasalahan warga di Riau yang secara historis tanahnya dirampas, tetapi secara legal maupun real, warga sudah tidak menguasai.

“Tapi keinginan untuk mendapatkan keadilan dan kehidupan yang berkelanjutan itu tetap ada, kami menemukan itu di banyak tempat,” kata Abetnego.

Baca Juga:
Bangunan Rusak dan Berdiri di Tanah Sengketa, Kepala Puskesmas Wanakerta Buka Suara

Abetnego mengatakan sering menyampaikan kepada kepala daerah untuk melakukan kajian-kajian impact investment. Hal itu dapat membuka ruang untuk melihat apakah satu investasi dapat memberikan kontribusi positif atau tidak.

“Karena tinggal itu yang membuka ruang, sejauh mana kita bisa melihat satu investasi itu telah berkontribusi positif atau tidak terhadap daerah itu, kalau pakai pendekatan legal atau pakai pendekatan penguasaan faktual ada banyak sekali masyarakat masyarakat sulit untuk membuktikannya,” kata dia.

Abetnego mengatakan hal itu penting agar dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang dapat memenuhi rasa keadilan.

“Nah inilah juga pentingnya di dalam konteks itu juga membantu kita untuk bisa melihat, bagaimana kita menyelesaikan persoalan-persoalan termasuk juga pemenuhan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat,” kata Abetnego.

Mantan Direktur Walhi itu menyebut impact investment jika berjalan dengan baik akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, intellectual capital hingga inovasi dan lainnya.

Baca Juga:
Normalisasi Kali Angke Jakarta Barat Terhalang Tanah Sengketa

“Jadi memang ini merupakan satu hal yang penting untuk kita perhatikan,” kata dia.

Abetnego mengatakan KSP mencatat bahwa Indonesia merupakan impact investing marketing terbesar di Asia Tenggara, di mana jumlahnya terus meningkat sejak tahun 2013.

“Tapi ingin kami garisbawahi ini menjadi sangat penting di dalam investasi Indonesia untuk terus meningkatkan bagaimana kualitas impact investment itu dan salah satu cara tentu kita harus didukung juga dengan bagaimana data yang mutakhir yang tepat, ter-update dan dapat dibagi pakaikan,” katanya.


https://www.suara.com/news/2022/04/02/183447/ksp-banyak-temukan-masalah-warga-di-riau-secara-historis-tanahnya-dirampas-tapi-secara-legal-sudah-tak-menguasai

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi