KPU RI Mengajak Saling Menghargai dalam Berdemokrasi

1 April 2022, 11:14

KBRN, Jakarta: Menghadapi kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Viryan Azis mengajak semua pihak untuk saling menghargai dalam berdemokrasi.

Ia meyakini, dengan semangat gotong royong, jenis-jenis kerawanan pemilu seperti kekerasan, protes berlebihan, serta kisruh hasil pemungutan suara, dapat dihindari. 

“Salah satunya dengan bersama-sama belajar dari pengalaman dan mendatakan daerah mana saja sering terjadi konflik saat Pemilu. Sehingga kami akan mengantisipasi agar tidak terulang pada Pemilu Tahun 2024 mendatang,” ujarnya dalam Focus Grup Discussion (FGD) dan Deklarasi Bersama Sukseskan Pemilu Serentak 2024 di Hotel Mercure Pontianak, Sabtu (26/3/2022). 

Sementara Komisioner Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) Rahmat Bagja mengungkapkan, dari aspek pengawasan Pemilu, salah satu permasalahan sering terjadi yaitu pada tahap pelaksanaan pendaftaran calon, baik calon pemilih maupun calon kader, dimana kadang terjadi trouble. 

“Akan tetapi harapannya ke depan, Pemilu 2024 tetap berjalan dengan aman dan lancar sesuai prosedur. Sehingga tidak menimbulkan kerawanan-kerawanan hingga mengganggu keberlangsungan Pemilu 2024,” ucapnya.

Dalam diskusi bertajuk ‘Menakar Potensi Kerawanan Menjelang Tahapan Pemilu Serentak 2024 di Kalimantan Barat’ itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi Zainudin Kismit menegaskan, suksesi Pemilu 2024 ke depan, tidak boleh hanya dibebankan pada aspek penyelenggara. 

“Ketika peserta bisa mengikuti tahapan dengan baik, hal tersebut akan baik sehingga beban tidak hanya bagi penyelenggara. Kita bersama-sama menjadikan beban pemilu menjadi milik bersama, tidak hanya pada penyelenggara pemilu,” katanya. 

Para peserta pemilu juga harus berperan besar dalam upaya mensukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

Terlebih menurutnya, telah disepakati bersama antara Pemerintah Pusat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), KPU RI, serta Bawaslu RI, bahwa Pemilu akan berlangsung pada 14 Februari 2024.

Kemudian, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga disepakati berlangsung pada 27 November 2024. 

“Tentu kontestasi tersebut akan memiliki tantangan bagi penyelenggara, peserta dan masyarakat. Terlebih pada 2024 nanti juga akan dilaksanakan Pilkada Serentak dengan kompleksitas permasalahan sangat tinggi,” ujarnya. 

Dalam kegiatan ini, turut dilakukan Deklarasi Bersama Narasumber dan Peserta FGD untuk mensukseskan Pemilu Serentak 2024. 

Berikut pakta deklarasi bersama sukseskan Pemilu Serentak 2024: 

1. Kami siap mendukung dan mensukseskan Pemilu Serentak 2024.

2. Kami siap mewujudkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur ​​dan adil. 

3. Kami menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian dan berita hoax pada Pemilu Serentak 2024.

4. Kami siap menjaga dan memilihara situasi Kamtibmas Aman dan Damai dalam setiap Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024.


https://rri.co.id/nasional/politik/1402061/kpu-ri-mengajak-saling-menghargai-dalam-berdemokrasi?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi