Komnas HAM Menilai Banyak Polisi Tak Paham Soal Hak Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi

16 September 2021, 15:59

Ilustrasi kebebasan berpendapat.

PIKIRAN RAKYAT – Belakangan ini kritik terhadap pemerintah tak hanya melalui disampaikan lewat media sosial, tetapi sebagai seni, kini mural dijadikan wadah kritik dari masyarakat terhadap kinerja pemerintah khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19.

Namun, dari sejumlah bentuk kritik tersebut malah berakhir dengan panggilan atau penangkapan oleh aparat keamanan.

Dalam hal ini, anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Beka Ulung Hapsara menduga pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait terbuka dengan kritik tidak sampai ke tataran bawah.

Sehingga masih banyak polisi bertindak reaktif menanggapi masyarakat yang menyalurkan aspirasi.

Baca Juga: Sudah Buat Perjanjian di Awal Nikah, Rizky Billar Kini Warisi Pekerjaan Khusus Endang Mulyana

Hal itu disampaikan Beka Ulung Hapsara saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 16 September 2021.

Mungkin ya, pesan dari Presiden bahwa Presiden terbuka dengan kritik dan kritik sehat bagi demokrasi tidak dipahami oleh banyak aparat di lapangan,” kata Beka.

Beka menuturkan, hal itu mengakibatkan masyarakat yang menyuarakan keluhan dan aspirasi, kepada Pemerintah disikapi dengan cara reaktif oleh aparat keamanan.

Baca Juga: Bongkar Duka Jadi Anak Iis Dahlia, Devano Danendra: Ada Fase Diejek, Diketawain

Selain itu, Beka menilai hingga kini masih banyak ditemukan polisi yang kurang memahami tentang hak konstitusi warga negara yang secara jelas telah diatur di dalam undang-undang.


https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-012610820/komnas-ham-menilai-banyak-polisi-tak-paham-soal-hak-kebebasan-berpendapat-dan-berekspresi

Partai

Institusi

K / L

BUMN

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi