Komentar Julid Netizen 62 Bikin Rating Sungai Aare Google Maps Anjlok

31 May 2022, 10:02

RM.id  Rakyat Merdeka – Hilangnya anak sulung Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz (Eril) di Sungai Aare, Swiss, terus dipantau netizen Indonesia. Sayangnya, selain banyak yang mendoakan, sejumlah netizen Indonesia julid di media sosial. Mereka me-review negatif Sungai Aare di Google Maps lewat komentarnya.

Berdasar pantauan di laman Sungai Aare di Google Maps, sempat banyak review dari netizen Indonesia usai kejadian hilangnya Eril. Meski laman ini diperuntukkan untuk netizen memberi ulasan tentang suatu tempat, namun netizen Indonesia banyak yang berdoa agar Eril segera ditemukan di kolom komentarnya. Netizen jenis ini memberi rating bintang lima.

“Semoga Ananda Eril segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Amiin,” kata soerang netizen.

Namun, tak sedikit yang memberi rating bintang satu. Banyak yang mengomentari keamanan di Sungai Aare. “Kecewa sudah buat Kang Ridwan Kamil sedih,” kata salah satu netizen disambut netizen lainnya. “Sungainya tidak ramah bintang 1. Jika sudah ketemu, baru kasih bintang lima.”

Berita Terkait : Kalau Jokowi Netral, Banteng Rugi Banyak

Tak cukup memberi penilaian buruk, netizen Indonesia julid bener dengan mengunggah foto-foto yang tidak berhubungan dengan Sungai Aare. Salah satunya gambar seorang yang tengah buang air besar lazimnya di sungai-sungai di Indonesia.

Meski begitu, tak sedikit pemakai Google Maps Indonesia yang kesal melihat ulasan berbahasa Indonesia yang nggak ada hubungannya dengan Aare. Apalagi sampai menjelek-jelekkan Sungai kebanggaan warga Swiss ini.

“Bikin malu saja kasih rating jelek gara-gara 1 kejadian, nyebut-nyebut tumbal lah. Jangan karena kejadian ini kalian seenaknya ngasih bintang 1. Nggak ada yang bisa disalahkan dalam kejadian ini. Dikira keren kali ya? Padahal norak,” tulis pengguna Google Maps.

Media Swiss, Berner Zeitung pun menyoroti reaksi netizen Indonesia itu. Kata media ini, Sungai Aare kehilangan rating bintangnya di Google. Sungai Aare disebut tempat tempat yang indah untuk berenang, namun harus diwaspadai dan berbahaya.

Berita Terkait : Politisi Bikin Covid Di Afrika Makin Melonjak

Namun, review negatif di Google ini sudah mulai hilang. Sungai Aare kembali mendapatkan rating 4,7 di Google Maps.

Sementara media online Swiss, Blick, memberitakan komentar warga lokal Bern yang angkat bicara menanggapi netizen Indonesia.

Warga Bern menyebut, penilaian buruk terhadap sungai Aare tidak masuk akal. Tragedi yang dialami Eril murni kecelakaan dan tidak semestinya menyalahkan Sungai Aare.

“Sangat tidak masuk akal, sungai Aare kini mendapat ulasan buruk di Google dari warga Indonesia. Bukan salah sungai Aare atau yang lain. Intinya berhati-hatilah saat berenang, apalagi jika tidak bisa berenang dengan baik. Sangat tidak adil! Mengapa jadi sungai kami yang disalahkan?” ujar warga bernama Beagles kepada Blick.

Berita Terkait : Komitmen Ganjar Sediakan Ruang Bagi Anak Muda Kembangkan Hobi

Pencarian Eril yang disebut hilang di Sungai Aare di antara daerah Eichholz dan Marzili, Bern, Swiss, kini terus berlangsung. Lokasi penelusuran diperluas dari Bern sampai PLTA Muehleberg di dekat Danau Wohlen. Drone, perahu, penyelam, serta tim susur dikerahkan. ■


https://rm.id/baca-berita/nasional/126449/komentar-julid-netizen-62-bikin-rating-sungai-aare-google-maps-anjlok

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi