Kisah Prabowo Subianto Saksikan Kematian Komandan di Pelukannya saat Operasi Seroja

17 September 2021, 7:52

Kisah Prabowo Subianto Saksikan Kematian Komandan di Pelukannya saat Operasi Seroja

loading…

JAKARTA – Dalam perjalanan kariernya di militer, Prabowo Subianto menyaksikan kematian teman-teman TNI di Operasi Seroja, Timor Timur. Berbagai peristiwa itu membuat Prabowo harus kehilangan prajurit terbaik dan orang-orang terdekatnya.

Salah satunya, Letnan Satu Sudaryanto, Komandannya di Unit C Pasukan Nanggala 10. Sudaryanto gugur di pelukan Prabowo dalam operasi di Kota Maubara, Timor Timor. Peristiwa itu diceritakan Prabowo dalam buku biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto”.

Saat itu, Prabowo yang masih berpangkat Letnan Dua bergabung dengan pasukan Nanggala 10 di bawah Komando Mayor Inf. Yunus Yosfiah sebagai Perwira Intelijen. Namun karena banyaknya perwira yang tertembak, Prabowo kemudian diangkat menjadi Wakil Komandan (Wadan) Unit C. Pasukan yang berjumlah sekitar 20 orang ini merebut ketinggian di atas Kota Maubara. Setelah 10 menit menyeberangi sungai atau sekitar pukul 19.00 malam, tiba-tiba dari arah barat kelompok bersenjata Fretilin menyerang secara mendadak. Kontak tembak antara pasukanna dengan para pemberontak pun tak terelakan. Baca juga: Mengharukan, Perwira Kopassus Ini Gugur Setelah Kibarkan Merah Putih

Baku tembak yang terjadi di tengah gelapnya malam itu mengakibatkan Sudaryanto yang berada di garis depan tertembak. Bahkan, serangan tersebut juga membuat Unit C dipukul mundur hingga beberapa meter dan bertahan di parit. Dalam kondisi terluka, Sudaryanto memanggil anak buahnya termasuk Prabowo. ”Saya putuskan, saya sendiri yang merayap ke depan walaupun berbahaya karena musuh banyak di depan dan kontak tembak masih terjadi. Tetapi kalau tidak diambil berarti kami mengecewakan komandan dan moril pasukan akan turun,” kenang Prabowo yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Sayangnya, upaya penyelamatan yang dilakukan Prabowo tidak membuahkan hasil lantaran sulitnya medan dan beratnya badan Sudaryanto. Evakuasi baru berhasil setelah beberapa prajurit bergabung. Sudaryanto pun ditarik ke garis belakang. Di tengah desingan peluru, Prabowo kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan. Namun situasi yang gelap gulita, tidak ada satupun helikopter yang berani turun. Baca juga: 5 Hari Tak Makan, Jenderal Kopassus Ini Nyaris Tewas saat Selamatkan 4 Nyawa Prajuritnya

”Beliau bertahan sampai pukul 03.00 tetapi akhirnya beliau gugur dalam pelukan saya. Saya tidak bisa lupa komandan saya menghembuskan napas terakhir dalam pelukan saya,” ucap Prabowo.

Kisah Prabowo Subianto Saksikan Kematian Komandan di Pelukannya saat Operasi Seroja

Tak hanya kehilangan Komandannya, Prabowo juga harus kehilangan prajurit terbaiknya yakni, Letnan Satu TNI Anumerta Siprianus Gebo, prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu (Yonif Linud 328/Dirgahayu), atau yang saat ini bernama Yonif Para Raider 328/Dirgahayu dalam Operasi Seroja.

“Dia masuk Batalyon 328 pada saat saya sebagai Komandan Batalyon. Dia sebagai Komandan Peleton di Kompi A. Dia masuk ke Batalyon 328 pada akhir tahun 1987,” kata Prabowo.


https://nasional.sindonews.com/read/542950/14/kisah-prabowo-subianto-saksikan-kematian-komandan-di-pelukannya-saat-operasi-seroja-1631830161

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi