Kisah Gus Dur Tak Naik Kelas lalu Dipindah ke Yogyakarta

3 April 2022, 16:10

 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (NU Online)

SOLOPOS.COM – KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (NU Online)

Solopos.com, SOLO—KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ternyata pernah tidak naik kelas semasa kecil. Oleh sebab itu, Gus Dur dikirim ke Yogyakarta untuk menimba ilmu.

PromosiKado Manis Ultah Solo, Omzet UMKM Naik 5 Kali Lipat Lewat Tokopedia

Di Kota Pelajar, Gus Dur tinggal di kawasan Kauman pada 1954-1957. Saat itu, Gus Dur tinggal di rumah milik Djunaedi yang biasa dipanggil Pak Joned.

Presiden keempat Indonesia itu pernah menimba ilmu di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri di Gowangan Yogyakarta. “Mau tahu kenapa saya sekolah di Yogya, biasa karena tidak naik kelas,” kelakar Gus Dur saat mengunjungi Masjid Gedhe Yogyakarta, Jumat (18/2/2000), seperti dilansir dari Suara Muhammadiyah.

Baca Juga: Sering Beda Awal Puasa dan Lebaran, Ini Perbedaan NU dan Muhammadiyah

Ternyata hawa dan suasana Yogyakarta yang merupakan Kota Pelajar memacunya giat belajar. Meskipun tetap tidak meninggalkan kenalakannya di masa remaja. “Ternyata saya akhirnya lulus juga,” tambah cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Selain sekolah formal, Gus Dur juga belajar agama kepada para tokoh Muhammadiyah di Yogyakarta. Hal inilah yang membuat Gus Dur pernah mengatakan sebagai orang Muhammadiyah yang ada di NU.

“Saya juga mengaji kepada [tokoh Muhammadiyah] Kyai Maksum Abu Hasan, Mbah Hana, dan Pak Basyir,” kata Gus Dur berkunjung ke Masjid Gedhe Yogyakarta, Jumat (18/2/2000), seperti dilansir dari Suara Muhammadiyah.

Baca Juga: Beda Awal Puasa, Ini Pesan Ramadan 1443 H Ketum PBNU dan Muhammadiyah

Pak Basyir merupakan ayah dari KH Ahmad Azhar Basyir MA, ketua PP Muhammadiyah sebelum Muhammad Amien Rais, sedangkan Mbah Hana adalah Direktur Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta kala itu.

Karenanya, Gus Dur melihat NU dan Muhammadiyah sangat dekat sekali. Kalau ada yang bilang Muhammadiyah jauh dengan NU, apalagi bermusuhan, itu menurut Gus Dur, hanya mencari-cari saja. “Wong yang dipelajari saja bahannya sama kok,” tegasnya, tetapi kalau perbedaan penafsiran itu wajar-wajar saja menurutnya.


https://www.solopos.com/kisah-gus-dur-tak-naik-kelas-lalu-dipindah-ke-yogyakarta-1287684?utm_source=terkini_desktop

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi