Khofifah Minta Kepala Daerah di Jatim Bentuk Satgas Penanganan PMK

30 May 2022, 23:34

Merdeka.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta para kepala daerah yang ada di wilayahnya segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) guna penanganan wabah ini lebih lanjut.

“Bupati dan wali kota mohon segera mengeluarkan SK pembentukan Satgas PMK ini dan segera berkoordinasi dengan Dandim dan Kapolres,” kata Khofifah dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan PMK di Kota Malang, Jawa Timur dilansir Antara, Senin (30/5).

taboola mid article

Khofifah menjelaskan, Satgas Penanganan PMK tersebut merupakan tim gabungan dari jajaran TNI, Polri dan sejumlah instansi terkait. Satgas PMK tersebut, harus segera dibentuk terutama pada sejumlah titik yang menjadi tempat pengumpulan hewan kurban.

“Terutama pada titik-titik pengumpulan hewan kurban. Sehingga hari ini harus lebih restriktif tempat di mana masyarakat bisa mengakses hewan kurban,” katanya.

Selain membentuk Satgas di kabupaten dan kota, Khofifah juga meminta para bupati dan wali kota untuk menyiapkan anggaran pengadaan obat-obatan, sarana pendukung pengendalian dan operasional petugas vaksinasi PMK.

Selain itu, lanjutnya, juga melakukan pemetaan status bebas, tertular dan terduga berdasarkan kecamatan atau desa. Pendataan tersebut perlu dilakukan sebagai salah satu persiapan untuk pelaksanaan pemberian vaksin terhadap hewan ternak.

“Pendataan untuk kesiapan vaksinasi, termasuk juga persiapan SDM yang meliputi dokter hewan di Jatim sebanyak 950 orang dan paramedis veteriner sebanyak 1.500 orang. Ini untuk pelaksanaan pengobatan dan vaksinasi,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Ia menambahkan, permasalahan PMK tersebut harus terus menjadi perhatian semua pihak karena memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.

Hal ini dapat dilihat dari Produk Regional Domestik Bruto (PDRB) Jatim 2021 yang sebesar Rp 2.454,5 triliun, dengan kontribusi kambing dan sapi mencapai 0,92 persen PDRB Jatim atau sebesar Rp22,58 triliun.

“Apalagi di Jatim banyak peternak rakyat sehingga dampaknya sangat terasa. Untuk itu, betul-betul langkah promotif, preventif, sampai dengan langkah kuratif dan rehabilitatif penanganan PMK ini harus dilakukan,” ujarnya.

Tercatat, hingga 29 Mei 2022, jumlah kasus PMK di Jatim berjumlah 17.934 ekor yang tersebar di 25 kabupaten dan kota di Jatim. Dari jumlah tersebut, 15.521 ekor sapi dilaporkan sakit, 2.289 ekor sembuh, dan 124 ekor mati. [ray]

Baca juga:
Pemkab Gunung Kidul Temukan Hewan Ternak Positif PMK Dijual di Pasar
Cegah Penyebaran PMK, Lalu Lintas Ternak di Perbatasan Bengkulu Diawasi Ketat
Hindari PMK, Ratusan Sapi Bali Dikirim ke Jakarta Lewat Jalur Laut
Sapi Asal Jawa Dilarang Masuk Madura, Badan Karantina Pertanian Ungkap Alasannya
Penyakit Mulut dan Kuku Mewabah, Pasar Hewan di Aceh Besar Ditutup


https://www.merdeka.com/peristiwa/khofifah-minta-kepala-daerah-di-jatim-bentuk-satgas-penanganan-pmk.html

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Fasum

Transportasi