Kepala Perpusnas Dorong Masyarakat Sulteng Kelola Potensi Daerah

8 June 2022, 12:10

RM.id  Rakyat Merdeka – Literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando menyatakan, peningkatan teknologi dapat dicapai melalui penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang tinggi. Ilmu pengetahuan dapat dicapai melalui cinta membaca buku dan belajar.

Hal ini disampaikan Kepala Perpusnas dalam pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Tengah (Sulteng) di Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa (7/6).

Menurutnya, perkembangan teknologi turut mentransformasi penggunaan bahan bakar fosil ke listrik. Saat ini, Sulteng menjadi sentra baterai lithium Indonesia, sehingga menjadi daya tarik investor dunia.

Berita Terkait : Mau Perpanjang SIM Di Jakarta? Datang Yuk Ke 5 Lokasi Ini

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat Sulteng mengenal dan mengelola potensi daerahnya. Caranya, dengan meningkatkan literasi. “Kita harus mendorong masyarakat untuk mengelola potensi yang ada di daerahnya,” ucapnya, seperti keterangan yang diterima RM.id, Rabu (8/6).

Kepala Perpusnas juga memberikan apresiasi ke Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng atas penyelenggaraan rakor teknis dan kampanye Gerakan Gemar Membaca di Sulteng.

Wakil Gubernur Sulteng Ma’mun Amir, yang membacakan sambutan Gubernur, menerangkan, peranan perpustakaan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan kemampuan literasi. “Mewujudkan Indonesia Maju, fungsi perpustakaan tidak hanya sekadar tempat penyimpanan dan peminjaman buku. Tetapi menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat (long life education) dan pemberdayaan masyarakat serta kreatif, inovatif, berbudaya baca,” ucapnya.

Berita Terkait : Lestari Dorong Peningkatan Kreativitas Pariwisata Daerah

Ma’mun Amir berharap, rakor tersebut dapat melahirkan gagasan dan rumusan yang bisa dijadikan bahan acuan dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah melalui program dan kegiatan bidang perpustakaan dan kearsipan. Program yang lahir diminta agar lebih aplikatif dan implementatif sehingga dapat diterapkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik lingkup provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam pembukaan rakor, Bunda Literasi Provinsi Sulteng Vera Rompas mengukuhkan Syamsuarni menjadi Bunda Literasi Kabupaten Banggai dan Waode Safia Sopyan Kaepa menjadi Bunda Literasi Kabupaten Banggai Laut. Vera Rompes menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat dapat meningkatkan minat baca, utamanya anak didik supaya lebih berkualitas.

“Bunda literasi dapat menjadi role model dan menginspirasi dalam membangun sumber daya masyarakat untuk membangun budaya gemar membaca masyarakat dan mewujudkan kearifan lokal yang berbudaya,” terangnya.

Berita Terkait : Mau Perpanjang SIM Di Jakarta? Cek Di Sini Lokasinya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas menyerahkan kartu anggota Perpusnas ke Wakil Gubernur. Selain itu, Perpusnas melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan empat pemerintah daerah yaitu Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso.

Kepala Perpusnas juga menyerahkan secara simbolis bantuan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) untuk Provinsi Sulteng dan Kabupaten Banggai Kepulauan serta Pojok Baca Digital (Pocadi) untuk Kabupaten Banggai Laut dan Perpustakaan Universitas Tadulako Palu.■


https://rm.id/baca-berita/government-action/127562/kepala-perpusnas-dorong-masyarakat-sulteng-kelola-potensi-daerah

 

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi