Kepala Dusun di Bali Nekat Jadi Perantara Beli Sabu

1 April 2022, 11:10

https: img.okezone.com content 2022 04 01 340 2571342 kepala-dusun-di-bali-nekat-jadi-perantara-beli-sabu-C8O1a2iFyI.jpg

KARANGASEM – Satuan Reserse Narkoba Polres Karangasem mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba, tiga warga Karangasem ditangkap dan mirisnya satu diantaranya adalah seorang kepala dusun, yang bekerja sebagai perantara jual beli sabu.

Kronologi penangkapan bermula, tersangka pertama I Made Agus Saputra alias Acil (19) asal Banjar Desa Bunutan, Kabupaten Karangasem ditangkap di Jalan Raya Ahmad Yani Kelurahan Subagan, Karangasem.

Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 1 paket diduga narkotika jenis sabu disaku celana, diakui oleh Acil bahwa sabu tersebut miliknya yang diperoleh dengan cara membeli lewat perantara Kepala Dusun, Tigaron Kangin,

Berbekal informasi tersebut, penyidik melakukan penyelidikan lanjutan, beberapa jam petugas berhasil mengamankan I Putu Eri Arianto,yang berstatus Kepala Dusun Banjar Dinas Tigaron Kangin di rumahnya.

Ia menyatakan paket tersebut didapat dari rekannya, mendapat informasi, petugas langsung membekuk I Nengah Dangsing asal Desa Butan, ia dibekuk di kediamannya di Banjar Dinas Tigaron Kangin. diketahui ia adalah residivis dengan kasus yang sama.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah I Nengah Dangsing, ditemukan 2 paket narkotik jenis sabu yang sudah di tempel di depan rumahnya, tak hanya itu, 7 paket sabu ditemukan ditanam di samping kandang babi di belakang rumahnya.

Dari pengungkapan kasus ini, penyidik berhasil menyita barang bukti berupa 10 paket sabu, 2 unit sepeda moto, dan uang tunai Rp950 ribu yang merupakan hasil menjual sabu, 3 buah hp, bong, buku tabungan, dan kartu ATM.

Sementara pasal yang disangkakan, untuk Dangsing diduga sebagai pengedar dan Putu Eri diduga sebagai perantara dalam jual beli narkotika disangkakan Pasal 114 ayat (2) uuri nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, keduanya terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Sedangkan Acil disangkaan pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) huruf a uuri nomor 35 tahun 2009 tentang narkotik. Ia diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.


https://news.okezone.com/read/2022/04/01/340/2571342/kepala-dusun-di-bali-nekat-jadi-perantara-beli-sabu?page=1

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi