Kepala BIN Ingatkan Kembali Tujuan Awal Pendanaan IKN Nusantara

2 April 2022, 21:46

https: img.okezone.com content 2022 04 02 337 2572193 kepala-bin-ingatkan-kembali-tujuan-awal-pendanaan-ikn-nusantara-ZckfVWNpoa.jpg

JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengingatkan kembali tujuan awal pendanaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Tujuan awal pendanaan pembangunan IKN Nusantara yakni sebagai pusat pertumbuhan baru perekonomian nasional.

Demikian diungkapkan Budi Gunawan menanggapi isu adanya kemungkinan melibatkan dana urunan masyarakat dalam pembangunan IKN Nusantara yang belakangan ini hangat dibicarakan. Di mana, wacana pelibatan dana urunan masyarakat itu disorot dan dikritisi sejumlah pihak.

Baca Juga:  Kepala Badan Otorita : Pembangunan IKN Butuh Bantuan Semua Pihak, Khususnya Masyarakat

Menurut Budi, pertumbuhan ekonomi yang selama ini terpusat di Pulau Jawa, kini harus diperluas ke kawasan lain. Di mana, Kalimantan dipilih karena posisi dan potensinya yang ideal untuk tumbuh berkelanjutan.

“Pemindahan IKN ke kawasan yang relatif mentah tapi sangat potensial ini berdasarkan visi ekonomi berkelanjutan; tidak hanya dari aspek lingkungan hidup, tapi juga aspek pertumbuhan ekonomi,” kata Budi di Jakarta, Sabtu (2/4/2022).

“Potensi ini yang sedang dikelola Pemerintah agar pada saatnya nanti dengan sendirinya akan menjadi mesin pertumbuhan secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Budi menjelaskan, pemerintah belakangan ini sudah mulai membangun infrastruktur dasar KIPP, dilanjutkan pembangunan Istana dan gedung-gedung pemerintahan. Sehingga, kata dia, pemindahan aparatur negara sudah bisa dilaksanakan bertahap hingga 2024.

Baca Juga:  Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan, Jokowi: Mutiara Indonesia di Zamrud Khatulistiwa

Secara simultan, ditekankan Budi, pemerintah melalui APBN juga akan membangun infrastruktur dasar di seluruh kawasan IKN yang akan menjadi pemicu pembangunan berkelanjutan tadi.

“Pendanaan urunan masyarakat dalam pengertian filantropi atau sumbangan hanya sebagian saja, sebagai simbol gotong royong Bangsa mewujudkan ibu kota negaranya. Selebihnya, energi pertumbuhan IKN tetap berasal dari potensi ekonominya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Urun dana masyarakat dalam perspektif ekonomi berkelanjutan, menurut Budi Gunawan, adalah skema pembiayaan campuran (blended finance) yang banyak diadopsi untuk mensukseskan proyek-proyek kolosal di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, skema ini tidak hanya mampu mengumpulkan modal yang besar, tetapi juga bisa memberikan energi pertumbuhan yang sangat panjang karena mensinergikan banyak sumber daya untuk satu tujuan besar.

“Skema blended finance ini diisyaratkan Undang-undang Nomor 13/2022 tentang IKN. Bahwa selain didanai dari APBN, pembiayaan IKN Nusantara juga menggabungkan dana yang diperoleh dari BUMN, potensi daerah, perbankan nasional, perusahaan swasta, hingga individu entrepeneur masyarakat,” kata Budi.

“Skema ini dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan IKN untuk menjadi pusat pertumbuhan 10, 20 tahun ke depan,” sambungnya.

Budi mengakui, ada tantangan tersendiri membuat instrumen dengan fitur keuangan berkelanjutan yang menarik. Terutama, dengan menghilangkan atau menurunkan risiko-risiko dan menaikkan kelayakan investasi untuk jangka menengah dan panjang.

“Ini strategi besar dan berjangka panjang untuk masa depan IKN Nusantara. Belajar dari kegagalan pemindahan ibu kota negara lain, kita harus mengoptimalkan potensi ekonomi berkelanjutan IKN Nusantara sejak awal,” ujarnya.

“Antara lain menarik investasi untuk menumbuhkan kawasan dengan 6 klaster yaitu teknologi bersih, farmasi, pertanian, ekowisata, kimia, energi rendah karbon ditambah 2 klaster pendukung berupa pendidikan abad 21 dan smart city-pusat industry 4.0,” pungkasnya.


https://nasional.okezone.com/read/2022/04/02/337/2572193/kepala-bin-ingatkan-kembali-tujuan-awal-pendanaan-ikn-nusantara?page=1

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi