Kepala Bakamla Minta Nelayan Lapor Atas Gangguan Kapal Tiongkok

17 September 2021, 4:24

Kepala Bakamla Minta Nelayan Lapor Atas Gangguan Kapal Tiongkok

Jakarta: Ribuan kapal asing dan kapal perang negara lain disebut tengah melakukan kegiatan freedom of navigation dengan memasuki wilayah laut Indonesia secara leluasa. Para nelayan tanah air pun meminta pemerintah turun tangan untuk memberikan rasa aman.

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya Tentara Nasional Indonesia (TNI) Aan Kurnia menjelaskan, hak freedom of navigation tercantum dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Keberadaan kapal asing masih dalam pengawasan Bakamla dan TNI Angkatan Laut (AL).

“Nelayan kita diganggu atau tidak? Tapi kita justru ingin nelayan-nelayan kita yang terganggu melapor ke TNI AL atau pun ke Bakamla,” kata Aan dalam tayangan Primetime News Metro TV pada Kamis, 16 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Aan menerangkan, Indonesia meratifikasi aturan United Nations Convention on The Law of the Sea (UNCLOS). Aturan ini mengizinkan sejumlah kapal asing melintas di wilayah laut Indonesia selama tidak mengganggu aktivitas.

“Kita punya hak berdaulat di ZEE ataupun di landas kontinen, kalau kita masuk ke ZEE Tiongkok juga boleh saja dan tidak dilarang selama tidak mengganggu aktivitas mereka,” jelas Aan.

Aan menyatakan, Bakamla bersama TNI AL tak henti melakukan patroli dan membayangi sejumlah kapal asing yang melintas. Hak freedom of navigation ini pun disebut berlaku bagi berbagai kapal pengguna laut, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

“Kita sudah berhubungan dengan kapal perang Tiongkok ini, memang mereka menyatakan sedang melaksanakan freedom of navigation. Begitupun kapal Amerika Serikat,” terangnya. ( Nadya Ayu )


Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi