Kenali Deretan Pahlawan Nasional Ini Berdasarkan Kiprahnya

19 August 2022, 8:47

https: img.okezone.com content 2022 08 18 337 2650231 kenali-deretan-pahlawan-nasional-ini-berdasarkan-kiprahnya-QCQpj8gbOc.jpeg

KIPRAH pahlawan nasional memang selalu terekam jelas dalam ingatan dan sejarah bangsa Indonesia. Mulai dari mereka yang berjuang di masa kemerdekaan, hingga pahlawan yang gugur di era revolusi. Mari kenali pahlawan-pahlawan berdasarkan kiprahnya dilansir beragam sumber.

(Baca juga: Kisah Persahabatan Soekarno-Hatta yang Kerap Berdebat soal Politik)

Pahlawan Kemerdekaan

1.Soekarno

Ir Soekarno adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia yang lantang menyuarakan penolakan terhadap penjajahan. Ia juga merupakan proklamator dan presiden pertama Indonesia. Soekarno lahir di Surabaya, 1 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, perempuan keturunan bangsawan Bali. Soekarno wafat pada 21 Juni 1970 di Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Pemerintah menganugerahi Soekarno sebagai pahlawan nasional pada 23 Oktober 1986.

2.Mohammad Hatta

Proklamator dan juga Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohamammad Hatta, resmi menjadi menyandang status sebagai pahlawan nasional pada 23 Oktober 1986. Selain terkenal karena perjuangannya meraih kemerdekaan, pria kelahiran Bukittinggi, 12 Agustus 1902 ini juga tenar karena pemikirannya yang di bidang ekonomi dan koperasi. Ia bahkan dijuluki sebagai Bapak Koperasi karena dedikasinya untuk kemajuan koperasi Indonesia. Hatta wafat pada usia 77 tahun di Jakarta dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir.

3.Mohammad Yamin

Prof Mohammad Yamin dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 6 November 1973 oleh pemerintah. Ia lahir di Sawahlunto, 24 Agustus 1903 dan meninggal dunia di Jakarta, pada 17 Oktober 1962. Yamin masuk dalam jajaran Founding Fathers (selain Soekarno dan Hatta) yang turut menyumbangkan pemikirannya adalah merumuskan dasar negara, yakni Pancasila. Pemikirannya itu ia kemukakan dalam sidang BPUPKI di tanggal 29 Mei 1945.

4.Jenderal Besar Soedirman

Nama Jenderal Soedirman sudah pasti tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pria asal Purbalingga, Jawa Tengah yang lahir pada 24 Januari 1916 ini terkenal dengan perang gerilya tahun 1949. Kala itu, Soedirman harus berjuang dengan satu paru-paru akibat penyakit akut yang dideritanya. Selama perang, sosok cerdas itu harus digotong para prajuritnya dengan menggunakan tandu. Rute yang dilalui Soedirman dan prajuritnya tidaklah mudah dan harus keluar masuk hutan. Soedirman wafat di Magelang pada 29 Januari 1950. Ia dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 10 Desember 1964. Nama Soedirman digunakan sebagai nama sebuah universitas negeri di Purwokerto, yakni Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bentuk dedikasi atas kepahlawanannya.

Pahlawan Pendidikan

1.RA Kartini

Indonesia mempunyai pahlawan pendidikan, Raden Ajeng Kartini. Ia menyuarakan kesetaraan hak bagi perempuan, agar sama dengan kaum pria. Kesetaraan hak tersebut meliputi berbagai bidang, termasuk pendidikan. Melansir informasi yang ada di laman Inspektorat Jenderal Kemendikbud, Kartini beranggapan bahwa pendidikan bisa digunakan sebagai alat memajukan negara. Apalagi, jika kesempatan mengenyam pendidikan itu didapatkan oleh kaum perempuan. Kartini berhasil mendirikan sekolah yang ditujukan khusus untuk perempuan. Kartini wafat di usia yang sangat muda, yakni 25 tahun, pada 17 September 1904 di Rembang. Ia diberikan gelar pahlawan nasional pada 2 Mei 1964 oleh pemerintah.

2.Ki Hajar Dewantara

Tokoh pendidikan selanjutnya adalah Ki Hajar Dewantara, yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 28 November 1959. Lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889, pria bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ini menyatakan bahwa pendidikan adalah hal yang bertujuan untuk menuntun kodrat yang dimiliki anak-anak. Sehingga, mereka semua berhasil mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Sementara, seorang pendidik hanya bisa menuntun anak didiknya untuk tumbuh dan mengawal para murid untuk memperbaiki lakunya. Ki Hajar mendirikan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogkakarta yang ditujukan agar masyarakat Tanah Air kala itu bisa mendapat akses pendidikan dengan mudah. Ia wafat pada 26 April 1959 di Yogyakarta.

3.Dewi Sartika

Raden Dewi Sartika mahsyur sebagai pahlawan pendidikan asal Bandung. Perempuan kelahiran 4 Desember 1884 ini ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 7 Oktober 1966. Dewi Sartika merupakan perintis pendidikan perempuan di Jawa Barat. Menurut pemikiran Dewi Sartika, pendidikan adalah satu hal yang sangat penting, apalagi bagi kaum generasi muda perempuan pribumi. Pendidikan merupakan senjata untuk mendapatkan sebuah kekuatan dan salah satu cerminan kesamaan hak dengan kaum pria. Pendiri Sakola Kautamaan Istri ini meninggal dunia di Tasikmalaya, 11 September 1947 dan dikebumikan di Astana Anyar, Bandung.

Pahlawan Revolusi

1.Jenderal Besar TNI (Purn) Abdul Haris Nasution

Abdul Haris Nasution adalah 1 dari 3 Jenderal di Indonesia yang mendapat pangkat sebagai Jenderal Besar, selain Soedirman dan Soeharto. Nasution merupakan putra asli Sumatera Utara yang lahir pada 3 Desember 1918 dan wafat dalam usia 81 tahun di Jakarta. Ia resmi dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 6 November 2002.

Tokoh TNI AD ini menjadi salah satu target penculikan gerakan pemberontak pada peristiwa 30 September 1965. Saat pasukan Cakrabirawa merangsek masuk ke rumahnya di Menteng, Nasution berhasil melarikan diri dan lolos dari penangkapan. Sayang, putri bungsunya, Ade Irma, ditembak pasukan tersebut hingga ia tewas beberapa hari usai kejadian.

2.Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani

Peristiwa di akhir September 1965 itu menewaskan Ahmad Yani. Jasadnya lalu dibawa ke Lubang Buaya dan dimasukkan ke sumur bersama jasad perwira lainnya. Ahmad Yani merupakan seorang perwira tinggi TNI AD yang terkenal sangat cerdas. Saat kejadian, ia menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat sejak 23 Juni 1962. Di masa pendudukan Jepang, Yani pernah menerima katana spesial yang biasa digunakan militer Jepang. Hal itu diterima Yani lantaran dirinya dipandang sebagai prajurit berkompetensi tinggi. Ia dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 5 Oktober 1965.

3.Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Raden Suprapto

Pahlawan revolusi selanjutnya adalah R. Suprapto yang lahir di Purwokerto, 20 Juni 1920 dan meninggal di Lubang Buaya, 1 Oktober 1965. Melansir Okezone, Suprapto pernah memegang beberapa jabatan strategis di TNI dan menjadi petingginya.

Salah satu jabatan yang pernah diembannya adalah Deputi Kepala Staf Angkatan Darat wilayah Sumatera Barat. Jasad Suprapto ditemukan di Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965. Sehari setelahnya, Suprapto dimakamkan di TMP Kalibata dan mendapat gelar pahlawan nasional.


https://nasional.okezone.com/read/2022/08/18/337/2650231/kenali-deretan-pahlawan-nasional-ini-berdasarkan-kiprahnya?page=1