Kenaikan Tarif Ojol Bakal Bikin Jumlah Penumpang Menurun

19 August 2022, 9:19

Kenaikan Tarif Ojol Bakal Bikin Jumlah Penumpang Menurun

MerahPutih.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan aturan pemberlakuan tarif baru ojek online (ojol), yang rencananya akan mulai berlaku 30 Agustus 2022, setelah ditunda beberapa hari.

Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Rumayya Batubara menilai, kenaikan tarif ojol tidak selalu berhubungan dengan kesejahteraan driver.

Baca Juga:

Penerapan Tarif Baru Ojol Diundur ke 29 Agustus 2022

Ia mengatakan, ketika konsumen memilih moda transportasi lain saat tarif ojol tinggi, maka potensi pendapatan driver akan menurun.

“Hal itu dikarenakan karakter pengguna ojol yang sangat sensitif terhadap harga. Ketika ada perubahan harga, mereka akan mencari alternatif moda transportasi lain, atau bahkan mengurangi mobilitasnya,” katanya.

Ia mengatakan, bisa saja setelah adanya kenaikan, misalkan jika sebelumnya bisa mendapatkan 10 penumpang, dengan adanya kenaikan ini penumpangnya turun setengahnya hanya 5 penumpang.

“Perlu diingat, jumlah driver tetap sama, tapi penumpang berkurang,” ujar Rumayya.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Research Institute of Socio- Economic Development (RISED), lebih dari 50 persen konsumen pengguna ojol adalah masyarakat menengah bawah dan konsumen memilih menggunakan ojol dikarenakan harganya yang terjangkau.

Apabila kenaikan tarif ojol terlalu tinggi, hal itu bisa menjadikan ojol tidak terjangkau lagi oleh sebagian besar konsumen.

“Akibatnya, konsumen akan memilih opsi transportasi lain, salah satunya kendaran pribadi, yang akan menimbulkan masalah lain seperti kemacetan lalu lintas,” katanya.

Ia memaparkan, ketika tarif ojol naik di tahun 2019, sebanyak 75 persen konsumen menolak kenaikan harga ojol. Persentase penolakan tersebut tergolong tinggi, meski kenaikan tarif pada saat itu tidak sebesar di tahun 2022 ini.

“Tahun ini kami memang belum melakukan studi terbaru, tapi kemungkinan besar akan ada lebih dari 75 persen konsumen yang menolak, karena kenaikan tarifnya jauh lebih tinggi,” kata Rumayya, yang juga merupakan Ketua Tim Peneliti RISED.

Secara keseluruhan, kata Rumayya, kenaikan tarif ojol yang tinggi akan menekan daya beli masyarakat dan turut menaikkan inflasi.

“Kita lihat saat ini inflasi sedang tinggi. Bahkan untuk inflasi pangan tertinggi sejak tahun 2015. Jika inflasi tinggi, maka daya beli konsumen tergerus,” ujar Rumayya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Tarif Ojol Naik, Wagub DKI Berharap Penumpang Beralih ke Transportasi Umum


https://merahputih.com/post/read/kenaikan-tarif-ojol-bakal-bikin-jumlah-penumpang-menurun

Tokoh

Partai

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi