Kenaikan Harga Pertamax Tak akan Timbulkan Inflasi, Pengamat: Penggunanya Perorangan Bukan Industri

2 April 2022, 16:36

PIKIRAN RAKYAT – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp12.500 per liter menuai respons publik.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah, menilai kenaikan harga Pertamax tak akan menimbulkan masalah ekonomi seperti inflasi.

Ia menyebut mayoritas pengguna Pertamax adalah perorangan bukan industri. Sehingga, jika dibandingkan dengan jenis BBM lain seperti solar atau Pertalite, akan berbeda.

Ia mencontohkan solar umumnya menjadi bahan bakar truk, lalu truknya digunakan untuk mengangkut pasokan barang ke masyarakat. Ketika harga solar naik, maka harga barang akan mengikutinya.

Baca Juga: Inggris Mulai Rasakan Serangan ‘Perang Total’ ke Rusia, Siap-Siap Krisis Pasokan Gas

Begitu pula  Pertalite yang digunakan angkutan umum. Jika harganya naik, maka tarif transportasi juga akan ikut naik.

“Pertamax tidak begitu. Kecil peluang kenaikan Pertamax mendongkrak inflasi secara signifikan. Pembeli Pertamax hanya perseorangan kelas menengah ke atas, efek domino kenaikannya hanya berhenti di mereka saja. Tidak ke mana-mana,” ujarnya di Jakarta, Sabtu, 2 April 2022.

Piter mengatakan porsi konsumsi Pertamax terhadap keseluruhan BBM juga bernilai kecil dibanding Pertalite dan jenis BBM lain.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah menaikkan harga Pertamax merupakan pilihan yang bijak, mengingat kondisi masyarakat juga dinilai masih kurang kondusif saat ini.


https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-014141859/kenaikan-harga-pertamax-tak-akan-timbulkan-inflasi-pengamat-penggunanya-perorangan-bukan-industri

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi