Kementan Tekankan Pentingnya Kemandirian Benih Padi

2 April 2022, 14:58

Pengendalian hama dan penangkaran benih adalah dua hal tak terpisahkan.

Rizki Ramadhan | Sabtu, 02/04/2022 14:54 WIB

Pengendalian hama dan penangkaran benih adalah dua hal tak terpisahkan.

Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Swarna Dwipa Palembang pada 29-30 Maret 2022 tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada petani di Palembag mengenai pengendalian hama dan sertifikasi benih.

PALEMBANG, Jurnas. com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan Workshop Persiapan Pelaksanaan Penyediaan Benih Padi, Dukungan Kepada Petani Penangkar Program IPDMIP Tahun 2022.

Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Swarna Dwipa Palembang pada 29-30 Maret 2022 tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada petani di Palembag mengenai pengendalian hama dan sertifikasi benih.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pelatihan ini amat penting bagi petani agar mereka bisa memahami bagaimana cara dalam mengendalikan hama yang memang menjadi masalah utama bagi pertanian. Jika tak dilakukan dengan baik, Mentan SYL mengatakan hama akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan budidaya pertanian.

“Maka dari itu, pengendalian terhadap hama harus dipahami oleh petani agar mereka bisa mengambil langkah antisipasi terhadap hal itu,” kata Mentan SYL.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, dengan workshop ini diharapkan petani dapat lebih memahami upaya pencegahan dini terhadap serangan hama penyakit yang mungkin mengganggu kegiatan penangkaran benih. “Selain itu, kegiatan ini juga me-refresh kembali pengetahuan pelaksana penangkaran tentang proses sertifikasi benih,” kata Dedi.

Dikatakan Dedi, pengendalian hama dan penangkaran benih adalah dua hal tak terpisahkan. Jika semuanya berjalan dengan baik, Dedi optimistis tingkat produktivitas petani yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan mereka akan dapat meningkat.

“Pengendalian hama ini tentu merupakan hal pertama dan utama yang harus diketahui oleh petani agar budidaya pertanian mereka tak terganggu. Pertanian ini adalah sektor yang rentan terhadap serangan hama OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) dan perubahan iklim,” kata Dedi.

Ia meminta petani terus meningkatkan kualitas dirinya melalui pelatihan ini agar budidaya pertanian mereka dapat berkembang dengan baik. Dengan begitu, Dedi berharap tujuan pembangunan pertanian nasional dapat tercapai dengan baik. “Tentu program ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yakni menyediakan pangan untuk seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor,” ujar Dedi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyampaikan pentingnya kemandirian benih padi sebagai salah satu upaya dalam membantu mewujudkan kemandirian pangan di Sumatera Selatan. “Melalui kegiatan IPDMIP ini diharapkan dapat muncul petani penangkar benih yang sekaligus memiliki kemampuan menjual produknya melalui e-katalog,” kata dia.

Dikatakannya, seluas 62 Hektar penangkaran benih padi program IPDMIP akan dilaksanakan di tiga kabupaten yang bekerjasama dengan empat kelompok tani (Poktan) yakni Poktan Tani Maju Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, Poktan Musi Mandiri dan Poktan Mitra Tani Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim dan Poktan Perahu Patah Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI.

“Pada tahun ini varietas yang akan ditangkarkan adalah Inpari 32 dengan target produksi 93 ton benih bersertifikat dan berlabel yang nantinya akan dihibahkan ke tujuh kabupaten pelaksana program IPDMIP untuk memenuhi kebutuhan benih padi berkualitas petani sekolah lapang dan petani terdampak rehab jaringan irigasi program IPDMIP,” terang dia.

Dalam workshop ini hadir di antaranya Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, OKU Selatan dan PALI, Koordinator BPP Rambutan, Koordinator BPP Patratani, Koordinator BPP Tanah Abang, Pengurus Poktan Tani Maju, Pengurus Poktan Musi Mandiri, Pengurus Poktan Mitra Tani I, Pengurus Poktan Perahu Patah, Konsultan Regional II IPDMIP, penyuluh pertanian provinsi/ kabupaten/kecamatan serta petugas pendamping PPEP.

TAGS : Petani Palembang Pengendalian Hama Sertifikasi Benih


https://www.jurnas.com/artikel/114331/Kementan-Tekankan-Pentingnya-Kemandirian-Benih-Padi-/

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi