Kemenag RI Minta Anggaran Tambahan Haji 2022 Rp1,5 Triliun

30 May 2022, 19:14

Kemenag RI Minta Anggaran Tambahan Haji 2022 Rp1,5 Triliun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Agama (Menag RI) Yaqut Cholil Qoumas meminta tambahan anggaran operasional haji reguler dan khusus untuk Haji 2022 kepada Komisi VIII DPR. Menag RI meminta tambahan anggaran sebesar lebih dari Rp1,5 Triliun, Senin (30/5/2022).

“Totalnya Rp 1.518.056.480.730,89. Yang dibebankan pada nilai manfaat keuangan haji reguler dan khusus,” kata Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Senin (30/5/2022). 
Yaqut mengatakan, anggaran yang diusulkan itu akan dibebankan pada sejumlah hal. Ia juga menambahkan bahwa terdapat kekurangan pada anggaran yang telah disepakati sebelumnya di DPR yaitu 13 April 2022. 

“Anggaran yang telah disepakati antara pemerintah dengan Komisi 8 DPR pada tanggal 13 April 2022 hanya sebesar 1.531,02 real per jemaah. Sehingga terjadi kekurangan 4.125,02 real per jamaah atau secara kesekuruhan sebesar 380.516.587,42 real atau setara 1.463.721.741.330,89,” jelasnya.

Yaqut mengungkapkan, usulan tambahan anggaran ini juga melihat kebijakan pemerintah Arab Saudi terkini mengenai pelayanan Arafah Musdalifah dan Mina atau pelayanan Masyair. Salah satu yang dibahas dalam kebijakan yaitu persiapan layanan penerbangan haji, khususnya penerbangan yang dilayani Saudi Arabian Airline. 

Menurut Yaqut, dibutuhkan biaya tambahan dari penerbangan itu berupa technical landing jemaah embarkasi Surabaya sebesar Rp25.733.232.000, dan ada juga biaya selisih kurs sebesar Rp 19.279.594.400,00. 

“Selain tambahan anggaran yang diuraikan tadi, pada kesempatan ini kami juga mengajukan anggaran kepada jemaah haji khusus yang menggunakan dana nilai manfaat setoran Bipih Haji Khusus sebesar Rp 9.321.913.000,00,” ucap Yaqut. 

Yaqut melanjutkan, dengan adanya tambahan kebutuhan anggaran tersebut, Kemenag RI telah menyampaikan surat kepada Ketua Komisi VIII DPR perihal usulan tambahan anggaran operasional haji reguler dan khusus 2022.

Adapun rincian jumlah pembebanan dari usulan tambahan anggaran sebagai berikut: 

  1. Biaya masyair jemaah haji reguler jumlah penambahannya Rp 1.463.721 741.330,89. Biaya ini adalah beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji 
  2. Biaya masyair PHD dan pembimbing KBIHU jumlahnya Rp 9.187.435.980,78. Ini beban APBD/PHD dan pembimbing KBIHU. 
  3. Biaya technical landing jemaah embarkasi Surabaya Rp 25.733.232.000,00. Ini beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji 
  4. Selisih kurs kontrak penerbangan Rp 19.279 594.400. Ini beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji 
  5. Operasional haji khusus Rp 9.321.913.000,00. Beban nilai manfaat setoran Bipih haji khusus

Sebelumnya, Kemenag RI mengumumkan ada lima embarkasi Jemaah Calon Haji Indonesia (JCH Indonesia) yang akan menjadi kloter pertama yang diberangkatkan ke Arab Saudi pada 4 Juni 2022 mendatang.  kelima embarkasi Haji 2022 tersebut merupakan Solo, Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, Surabaya, dan Padang.(*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.


https://www.timesindonesia.co.id/read/news/411584/kemenag-ri-minta-anggaran-tambahan-haji-2022-rp15-triliun

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi