Kejagung Ungkap Peran Alex Noerdin Dalam Kasus PDPDE

16 September 2021, 18:38

KBRN, Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap peran Alex Noerdin dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan (PDPDE Sumsel).

Alex disebut mengajukan alokasi gas bagian negara dan menyetujui kerjasama antara BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE)  PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN).

“Tersangka AN selaku pada saat ini gubernur sumsel periode 2008-2013, 2013-2018, melakukan permintaan alokasi gas bagian negara dari bp migas untuk BP PDE Sumsel. Tersangka AN setujui kerjasama antara PD PDE dengan PT DKLN membentuk PDPDE Gas dengan maksud dapat alokasi gas negara,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam konpers di Kejaksaan Agung, Kamis (16/9/2021).

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Supardi menyebut Kejagung menetapkan Alex Noerdin dan Muddai Madang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi PDPDE Sumsel, setelah menjalani pemeriksaan hari ini sejak pukul 09.00 WIB.

“Iya betul,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan dua tersangka adalah A Yaniarsyah Hasan selaku Direktur PT DKLN periode 2009 dan Caca Isa Saleh S selaku Dirut PDPDE Sumsel 2008. Keduanya menjalani penahanan sejak hari ini hingga 27 September 2021.

Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus tersebut berawal dari perjanjian jual beli gas bagian negara antara KKS Pertamina Hulu Energi (PHE), Talisman dan Pacific Oil dengan Pemprov Sumsel.

Hak jual ini merupakan participating interest PHE 50%, Talisman 25%, dan Pacific Oil 25%, yang diberikan dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Pemprov Sumsel.Namun, pada praktiknya, disebutkan bukan Pemprov Sumsel yang menikmati hasilnya, tapi PT. PDPDE Gas yang merupakan rekanan yang diduga telah menerima keuntungan fantastis selama periode 2011-2019.

PDPDE Sumsel yang mewakili Pemprov Sumsel disebut hanya menerima total pendapatan kurang lebih Rp38 miliar dan dipotong utang saham Rp8 miliar. Bersihnya kurang lebih Rp30 miliar selama 9 tahun.

Sebaliknya, PT PDPDE Gas mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan gas bagian negara ini. Diduga selama kurun waktu 8 tahun,  pendapatan kotor sekitar Rp977 miliar, dipotong dengan biaya operasional, bersihnya kurang lebih  Rp711 miliar.


https://rri.co.id/nasional/hukum/1191145/kejagung-ungkap-peran-alex-noerdin-dalam-kasus-pdpde?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Partai

Institusi

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi