Kejagung Tetapkan Alex Noerdin Tersangka Korupsi Pembelian Gas Bumi

16 September 2021, 17:02

RM.id  Rakyat Merdeka – Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan eks Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Provinsi Sumatera Selatan. Wakil Ketua Komisi Energi DPR itu langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan selama 6 jam. 

Selain Alex, penyidik korps Adhyaksa juga menetapkan eks Komisaris PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Gas, Muddai Madang jadi tersangka dalam kasus tersebut.

“Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan selama 20 hari ke depan,” ujar Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak lewat keterangan tertulis, Kamis (16/9).

Berita Terkait : KPK Usut Aliran Duit Korupsi Pembangunan Gereja King Mile Papua

Sebelumnya, Jampidsus Kejagung sudah menetapkan CISS selaku Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2008, dan AYH selaku Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (PT. DKLN) sejak 2009, yang juga merangkap sebagai Direktur PT PDPDE Gas sejak 2009, serta Direktur Utama PDPDE Sumsel sejak 2014.

Leonard menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperoleh alokasi untuk membeli gas bumi bagian negara dari dari J.O.B PT. Pertamina, Talisman Ltd. Pasific Oil And Gas Ltd., Jambi Merang (JOB Jambi Merang) sebesar 15 MMSCFD.

Hal itu, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengelola Minyak Dan Gas (BP MIGAS) atas permintaan Gubernur Sumsel. Kepala BP Migas lantas ditunjuk sebagai pembeli gas bumi bagian negara tersebut.

Berita Terkait : KPK Tahan 17 Tersangka Korupsi Jual Beli Jabatan Di Probolinggo

Akan tetapi, dengan dalih PDPDE Sumsel tidak mempunyai pengalaman teknis dan dana, maka PDPDE Sumsel bekerja sama dengan investor swasta, PT Dika Karya Lintas Nusa (PT DKLN) membentuk perusahaan patungan (PT PDPDE Gas).

“Komposisi kepemilikan sahamnya, sebesar 15 persen untuk PDPDE Sumsel dan 85 persen untuk PT DKLN,” ungkapnya.

Dia mengutarakan, berdasarkan perhitungan BPK,penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar 30.194.452.79 dolar Amerika, yang berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun waktu 2010-2019, yang seharusnya diterima oleh PDPDE Sumsel.

Berita Terkait : Kebanyakan Kasus Mangkrak, Alasan KPK Baru Tahan Tersangka Korupsi Jasa Tirta II

Negara juga ditaksir mengalami kerugian sebesar 63.750 dolar AS dan Rp 2.131.250.000 yang merupakan setoran modal, yang tidak seharusnya dibayarkan PDPDE Sumsel.

Muddai Madang, yang juga mantan Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. [OKT]


https://rm.id/baca-berita/nasional/91274/kejagung-tetapkan-alex-noerdin-tersangka-korupsi-pembelian-gas-bumi

 

Partai

Institusi

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi