Keberhasilan Jokowi Jaga Stabilitas Ekonomi Jadi Katrol Peningkatan Kepuasan Kinerja

23 October 2022, 8:20

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi menjadi katrol peningkatan kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu tercermin dari temuan survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilaksanakan pada 6-10 Oktober 2022.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami peningkatan berada pada angka 67%, jika dibandingkan dengan survei pada 24-28 September di mana kepuasan Presiden Jokowi ada di angka 64,8%.

Peningkatan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi, kata Djayadi, disebabkan oleh kinerja pemerintah yang mampu menjaga stabilitas ekonomi, terutama setelah penyesuaian harga BBM.

Selain itu, meskipun persepsi positif atas kondisi perekonomian nasional masih tertahan, tapi masyarakat yang negatif cenderung turun dan yang menilai sedang sedikit meningkat.

“Secara umum kepuasan atas kinerja Presiden cenderung sedikit menguat, kemungkinan besar terutama karena pasca kenaikan harga BBM kinerja pemerintah mampu menahan situasi perekonomian sehingga tidak memburuk meski persepsi negatif masih dominan,” ujar Djayadi, Sabtu (22/10/2022).

Djayadi merinci masyarakat yang sangat puas terhadap kinerja Jokowi sebesar 17,5%, cukup puas 49,5%, kurang puas 24,8%, tidak puas sama sekali 6,1% dan tidak tahu atau tidak jawab 2,1%.

“Mayoritas merasa puas dengan dengan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi),” ucapnya.

Disisi lain, Djayadi menerangkan kenaikan kepuasan kinerja Jokowi ini berkat pemerintah dinilai berhasil memitigasi beragam dampak. Tentu saja dari sejumlah isu besar yang menerpa Indonesia belakangan.

Djayadi mencontohkan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kasus Ferdy Sambo. Bahkan hingga peristiwa di Kanjuruhan, Malang yang notabenenya mendapat perhatian dari masyarakat.

“Tingkat kepuasan publik terhadap kerja Jokowi berhasil pulih. Meski ada isu kenaikan harga BBM, kasus Ferdy Sambo, juga peristiwa di Kanjuruhan,” jelasnya.

Untuk diketahui, Survei ini menggunakan metode random digit dialing (RDD) atau biasa disebut dengan teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Jumlah responden 1.212 orang. Angka margin of error sebesar plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dengan target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon atau cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional. (Zak/fajar)

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi