Kasus Venesia, Barbuk Ikut Susut Dipersidangan

18 June 2021, 0:39

KBRN, Tangerang: Tidak hanya jumlah tersangka yang menyusut setelah masuk persidangan, namun jumlah barang bukti (barbuk) pun berkurang jauh.

Dalam persidangan ketiga dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri Tangerang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung menyebut, ada uang senilai Rp13 juta yang menjadi barbuk yang disita dalam kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan prostitusi di Venesia Karaoke, BSD City, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (17/5/2021).

Dalam sidang tersebut JPU menanyakan perihal barang bukti uang yang disita dari tempat kejadian perkara (TKP) senilai Rp13,4 juta.

Menjawab pertanyaan tersebut dua angota Bareskrom Mabes Polri yang menjadi saksi yakni, Doni Andityo dan Agus Hidayat mengaku, tak tahu perihal uang tersebut.

Dalam sidang itu jaksa juga menghadirkan barang bukti uang tunai itu.Fakta persidangan terkait uang yang disita ini pun berbeda dengan rilis kasus yang disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono usai penggerebekan pada Rabu (19/8/2020) lalu.

Kala itu Argo mengatakan, penggerebekan di Venesia Karaoke dilakukan oleh unit 1 VC Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dan Unit 4 Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO).

Adapun barang bukti yang disita petugas dari lokasi tersebut adalah dua bundel kuitansi, satu bundel voucher ladies, uang tunai Rp730 juta, tiga unit mesin edc, 12 kotak alat kontrasepsi, satu bundel form penerimaan ladies, tiga unit komputer, satu mesin penghitung uang, tiga printer, 14 baju kimono sebagai kostum pekerja, dan dua lembar kuitansi hotel.

Kepala Seksie (Kasie) Intelejen Kejaksaan Negeri Kota Tangsel, Ryan Anugrah saat dikonfirmasi mengatakan, barbuk uang sitaan yang dilimpahkan dari Bareskrim Polri ke Kejaksaan memang hanya Rp13 juta yang mana uang itu diambil dari penyelidik polisi yang melakukan penyamaran sebelum penggerebekan.

“Yang disita kurang lebih Rp13 juta yang disita dari saksi Doni,” kata Ryan.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan saling lempar terkait perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan prostitusi Venesia Executive Karaoke dan Spa.

Hal itu terkait menyusutnya jumlah tersangka dari 13 orang menjadi enam orang.Sedangkan ke-enamnya saat ini telah masuk dalam meja hujau dan statusnya sebagai terdakwa pada sidang di Pengadilan Negeri Tangerang.

Sementara tujuh tersangka yang lolos dari jeratan hukum diantaranya, Hadi Erlangga selaku Komisaris dan Edi Wijaya sebagai Direktur PT Prima Putra Persada.Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Subdirektorat Media dan Humas Kejagung, Muhammad Isnaini enggan berkomentar.

Ia melemparkannya agar dikonfirmasi ke Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan. “Ya ke sana saja (Kejari Tangerang Selatan, red). Karena sudah dilimpahkan ke sana. Jadi ke sana saja,” singkatnya kepada rri.co.id, Minggu (6/6/2021).


https://rri.co.id/nasional/hukum/1082347/kasus-venesia-barbuk-ikut-susut-dipersidangan?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi