Kasus Dugaan Penggelapan Dana dan Penyekapan di Depok Berujung Damai

16 August 2022, 14:49

Liputan6.com, Depok – Kasus saling lapor antara PT Indocertes dengan Atet Handyana Juliandri Sihombing terkait penggelapan uang dan penculikan serta penyekapan berujung damai.

Kuasa hukum PT Indocertes, Junfi mengatakan, telah menerima surat kesepakatan damai antara PT Indocertes dengan Atet Handyana Juliandri Sihombing. Perdamaian kedua belah pihak tertuang dalam Akta Notaris Suherdiman ditandatangani para pihak di Subdit IV Dittipidum Bareskrim Polri dan disaksikan penyidik yang menangani kasus tersebut pada Jumat (10 Juni 2022).

“Kami sudah terima salinan suratnya dari kepolisian, puji syukur kasusnya sudah clear,” ujar Junfri, Selasa (16/8/2022).

Junfri menjelaskan, atas kesepakatan damai kliennya yakni PT Indocertes termasuk beberapa karyawannya yang terseret kasus tersebut, telah bebas dari segala macam tuduhan penyekapan terhadap Atet. Penghentian penyidikan memberikan kepastian hukum pada PT Indocertes dan Krisnawati selaku pemilik perusahaan.

“Terus terang saja PT Indocertes telah menderita kerugian materi dan non materi yang luar biasa akibat kasus ini. Dengan adanya keputusan ini, kita harap dapat memulihkan nama baik dan reputasi PT Indocertes dan Ibu Krisnawati,” jelas Junfi.

Sementara, perwakilan keluarga Atet Handiyana Juliandri Sihombing, yakni Bonar mengungkapkan, terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan penyekapan dan penggelapan sebagai hal yang baik untuk kedua belah pihak. Atet telah memaafkan dan memilih penyelesaian secara restorative justice.

“Proses hukum atas dua perkara yang menimpa Atet Handiyana Juliandri Sihombing sudah berjalan sangat lama,” ungkap Bonar.

Bonar menuturkan, perkara tersebut membuat kondisi Atet sangat tertekan, baik secara psikis maupun materil. Atas perkara perkara tersebut Atet tidak bekerja dikarenakan sibuk mengurusi dua perkara.

“Dengan adanya akta kesepakatan perdamaian dan berujung dihentikannya kedua perkara itu, sepupu saya bisa berkonsentrasi kembali untuk bekerja dan fokus mengurus keluarganya,” papar Bonar.

Nadine (4 tahun), diculik sejak 5 hari lalu ketika sedang bermain dengan teman-temannya. Orang tua korban menerima pesan dari orang tak dikenal, yang mengaku sebagai penculik Nadine, dan menuntut tebusan belasan juta Rupiah.


https://www.liputan6.com/news/read/5043696/kasus-dugaan-penggelapan-dana-dan-penyekapan-di-depok-berujung-damai

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi