Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Pemkot Bandung Keluarkan 8 Kebijakan Pengetatan

17 June 2021, 13:34

Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Pemkot Bandung Keluarkan 8 Kebijakan Pengetatan

MerahPutih.com – Sejumlah kebijakan pengetatan pada sejumlah sektor ekonomi dilakukan Pemerintah Kota Bandung, setelah wilayah ini dimasukan dalam zona merah COVID-19, serta lonjakan kasus COVID-19 yang terus terjadi setelah libur lebaran sebagai sebagai langkah pencegahan meluasnya kasus.

“Kebijakan berlaku dalam kurun waktu dua pekan ke depan,” ujar Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 da juga Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Rabu (16/6).

Baca Juga:

Gedung Dolos Pangkalan Marinir Jakarta Jadi Tempat Isolasi COVID-19

Ia menegaskan, melihat perkembangan kasus ini terjadi lonjakan cukup signifikan terutama di 15 Mei sampai 15 Juni. Sehingga, setelah berdiskusi, Pemkot mengambil kebijakan pertama, dilakukan penutupan tempat hiburan dan tempat wisata selama 14 hari.

Kedua, restoran dan rumah makan hanya diizinkan melayani take away atau bungkus. Sehingga dilarang untuk melayani makan di tempat. Jam operasionalnya hanya diperkenankan sampai pukul 19.00 WIB.

“Paling bahaya itu ketika mereka datang pakai masker, ketika makan mereka buka masker dan masih berkerumun. Itu yang kita khawatirkan. Ini termasuk kuliner bagi PKL tidak boleh makan di tempat,” tegas Oded.

Ketiga, pembatasan jam operasional bagi ritel, toko modern, pusat perbelanjaan dan mal hanya sampai pukul 19.00 WIB. Sedangkan jam operasional pasar tradisional hanya sampai pukul 10.00 WIB.

Keempat, tidak diperbolehkan menggelar pertemuan di hotel. Pelaksanaan acara pesta resepsi pernikahan untuk sementara dilarang dan hanya untuk akad nikah hanya dihadiri maksimal itu 50 orang.

Kelima, posko Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyaraklat (PPKM) harus disiagakan kembali di seluruh kelurahan. Dari 151 kelurahan, hingga saat ini tercatat sudah ada 131 kelurahan yang menerapkan posko PPKM.

“Sisa Kelurahan sudah diminta untuk mengaktifkan posko PPKM. Kita akan laksanakan sampai partikel sosial terendah. Walau pun ada di kelurahan tapi diteruskan diperkuat sampai ke tingkat Rt dan RW,” ulasnya.

Keenam, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak akan menerima kunjungan dari luar kota untuk sementara waktu. Ketujuh, instansi yang berada di Kota Bandung juga diimbau untuk melakukan Work From Home (WFH) sebesar 50 persen. Kedelapan, uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dihentikan.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan Forkompinda. (Foto: Humas Kota Bandung)
Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan Forkompinda. (Foto: Humas Kota Bandung)

“Simulasi PTM dihentikan untuk saat ini. Kita masih menunggu untuk PTM ini sesuai instruksi dari pusat terkait pelaksanaan PTM pada Juli,” ujar Oded.

Oded mengimbau, seluruh elemen masyarakat di Kota Bandung untuk lebih waspada terhadap situasi dan kondisi pandemi terkini dan meminta warga luar Kota Bandung agar tidak datang ke Bandung.

“Saya memohon, mari bersama-sama untuk meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi Covid-19. Kepada masyarakat dari luar Kota Bandung, jangan masuk ke Kota Bandung kalau tidak ada kepentingan yang sangat ‘urgent’,” pinta Oded. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Satgas COVID-19 Ungkap Bukti Libur Panjang Picu Lonjakan Kasus


https://merahputih.com/post/read/kasus-covid-19-terus-melonjak-pemkot-bandung-keluarkan-8-kebijakan-pengetatan

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi