Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Dipotong Jadi 3 Hari, Komisi IX: Perlu Terus Dievaluasi

3 November 2021, 19:05

Ilustrasi Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena menyampaikan, kebijakan pemerintah terkait pengurangan masa karantina pelaku perjalanan dari luar negeri harus diawasi dan dievaluasi secara terus-menerus.

Adapun, pemerintah mengurangi masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional, dari lima hari menjadi tiga hari.

“Sebagaimana dengan kebijakan lain yang bersifat dinamis, terkait karantina 3 hari ini perlu dicermati evaluasi dari waktu ke waktu,” kata Melkiades saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/11/2021).

Baca juga: Masa Karantina Perjalanan Internasional Jadi 3 Hari, Anggota DPR Minta Berdasarkan Riset

Politisi Partai Golkar ini mengaku dapat memahami adanya perubahan yang dilakukan pemerintah itu.

Sebab, menurutnya, metode screening masih mensyaratkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pengurangan masa karantina hanya diberlakukan kepada orang yang sudah mendapat dua kali dosis vaksin Coviid-19.

“Dan juga kalau sudah vaksin 2 kali diasumsikan bahwa yang bersangkutan sudah lebih responsif antisipatif dalam menghadapi virus Covid-19 ini,” ucapnya.

Baca juga: Vaksinasi Jadi Alasan Pemerintah Kurangi Masa Karantina Jadi 3 Hari

Selanjutnya, dia mengingatkan agar berbagai kebijakan terkait penanganan pandemi juga harus terus dievaluasi sesuai situasi di lapangan.

Melaki menegaskan, semua pihak tidak boleh lengah dan tetap waspada terhadap penularan Covid-19.

“Kita tidak boleh lengah tetap waspada sehingga tetap dari waktu ke waktu walau pun terus diperlonggar berbagai aktivitas publik hari ini tetap juga harus dievaluasi dari waktu ke waktu,” ujarnya.


https://nasional.kompas.com/read/2021/11/03/17461691/karantina-pelaku-perjalanan-internasional-dipotong-jadi-3-hari-komisi-ix

 

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi