Kapolri Nggak Omdo

3 November 2021, 8:02

RM.id  Rakyat Merdeka – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak sekadar omdo alias omong doang soal ancaman “potong kepala” bagi perwira polisi bermasalah. Tapi, Sigit benar-benar membuktikannya. Tak tanggung-tanggung, Sigit langsung “memotong” 7 kepala.

Siapakah ketujuh kepala itu. Pertama, Dirpolairud Polda Sulawesi Barat, Kombes Franciscus X Tarigan, dicopot dari jabatannya terkait kasus penangkapan nelayan.

Kedua, Kapolres Labuhan Batu, AKBP Deni Kurniawan, dicopot akibat mengendarai motor BMW R1200 sehingga menabrak Peraturan Kapolri.

Berita Terkait : Kapolri: Anak-anak Harus Tetap Ceria

Ketiga, Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah, dicopot akibat dua kasus mencolok yang terjadi di Pasaman. Salah satunya yaitu kasus dugaan pelecehan terhadap wartawan pada Juni 2021. Selain itu, ada juga kasus viral tentang perempuan yang meminta keadilan kepada Kapolri. Dia menyampaikan permohonan itu lantaran kasus dugaan pidana penggelapan motor yang menjerat ayahnya beberapa waktu lalu.

Keempat, Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Agus Sugiyarso, dicopot akibat ulah istrinya berpose memamerkan uang hingga heboh di media sosial (medsos).

Kelima, Kapolres Nganjuk, AKBP Jimmy Tana. Keenam, Kapolres Nunukan, AKBP Saiful Anwar, dicopot akibat memukul anggotanya, Brigadir SL, karena tak siaga saat terjadi permasalahan zoom meeting.

Berita Terkait : Kapolri Minta TNI-Polri Sinergi Dengan Tokoh Agama Dan Adat

Ketujuh, Kapolres Luwu Utara AKBP Irwan Sunuddin.

Ketujuh “kepala yang dipotong” itu, kini dipindahkan ke Pamen Yanma Polri. Pencopotan satu Kombes tersebut tertuang dalam surat telegram nomor ST/2279/X/KEP./2021 per tanggal 31 Oktober 2021. Sedangkan, pencopotan enam AKBP itu tertuang dalam telegram Nomor ST/2280/X/KEP./2021 tanggal 31 Oktober 2021. Kedua telegram itu ditandatangani AS SDM Polri, Irjen Wahyu Widada, atas nama Kapolri.

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono menyatakan, pencopotan tujuh pejabat korps Bhayangkara yang dilakukan dalam rangka evaluasi jabatan itu, sesuai dengan pernyataan Sigit soal ‘ikan busuk dimulai dari kepala’. Artinya, kalau pimpinannya bermasalah, maka bawahannya akan bermasalah. Pencopotan ini, juga bagian dari pelaksanaan semangat dari konsep Presisi yang diusung Polri.
 Selanjutnya 


https://rm.id/baca-berita/nasional/98078/soal-potong-kepala-kapolri-nggak-omdo

 

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi